MallGede News 3 Aksi Polisi Virtual Solo Tangkap Orang karena Komentar di Dunia Maya

3 Aksi Polisi Virtual Solo Tangkap Orang karena Komentar di Dunia Maya

Polisi virtual bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) pada awal 2021 sudah aktif mengawasi warganet.

Pengguna media sosial yang dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bakal diperingatkan lewat direct message. Bahkan, ada beberapa orang yang ditangkap karena komentarnya di dunia maya.

Selama tahun ini, Kepolisian Resor Kota Solo, Jawa Tengah, mungkin jadi salah satu yang paling aktif menangkap warga karena aktivitasnya di media sosial.

Dalam catatan Kompas.com, setidaknya ada tiga orang diciduk karena komentar yang ditulis di media sosial.

Baca Juga  Rekeningnya Diblokir, Munarman: Itu untuk Biaya Pengobatan Ibu Saya...

Orang yang pertama ditangkap Polresta Solo adalah SF (23), warga Pasar Kliwon. Polisi menangkapnya karena membuat status terkait kasus tabrak lari Flyover Manahan di akun Facebook Luck KeRss miliknya, pada Minggu (17/1/2021).

Status itu berbunyi “tabrak lari fly over manahan ono duet.e kasus.e dadi sue….corona kok yow melu-melu suwee opo yow ono duet.e yoo lurr (Tabrak lari fly over manahan ada uangnya kasusnya jadi lama. Corona kok ikut-ikutan lama apa ya ada uangnya)”.

Baca Juga  Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditahan Militer

SF juga membagikan postingannya tersebut ke akun grup Facebook Info Cegatan Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, SF secara terbuka telah menyampaikan permintaan maaf.

“Untuk yang bersangkutan secara terbuka sudah menyampaikan permohonan maaf, tidak mengulangi perbuatannya,” kata Ade di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/1/2021).

Kedua, Polresta Solo menangkap pemuda berinisial RAI karena membuat komentar dalam postingan berita tentang kawasan Kestalan dan Gilingan diawasi drone Polresta Solo yang diunggah salah satu akun media sosial.

Baca Juga  Risma Ikut Bungkus Nasi di Lokasi Banjir, Wakil Ketua MPR: Itu Bukan Tugas Mensos

Dalam kolom komentar itu RAI menuliskan “Hahaa pdhal sudah ada jatah bulanan *hyaa”.

Paur Humas Polresta Solo Aiptu Iswan Tri Wahyudiono mengatakan RAI membuat postingan dalam komentar di salah satu akun media sosial pada Senin (8/3/2021) pagi.

Polisi memberikan peringatan kepada RAI melalui direct message. Namun tak berselang lama pemuda itu dibawa ke Polresta Solo.

“Sudah kita peringatkan dengan direct message. Setelah itu kita amankan ke Polresta jam 12 siang,”kata Iswan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

5 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan