MallGede Business 3 Fakta Seputar Biaya Proyek Kereta Cepat yang Bengkak

3 Fakta Seputar Biaya Proyek Kereta Cepat yang Bengkak

Biaya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan. Hal itu diakui oleh Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Agung Budi Waskito. Berikut faktanya:
1. Diperkirakan Bengkak 20%

Berdasarkan informasi yang diterima Agung, proyek tersebut mengalami pembengkakan sampai 20%. Namun, dia menuturkan, saat ini proyek tersebut tengah dihitung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Baca Juga  Sopir Truk Antre Tes Covid-19 Berjam-jam, 3.500 Ayam Bawaannya Mati

“Jadi memang di kereta cepat tentunya akan terjadi cost overrun yang saat ini sedang dihitung-hitung oleh teman-teman KCIC. Berapa besar? Tentunya kita akan menunggu berapa besar, tapi yang saya dengar memang kurang lebih hampir 20-an persen tapi sedang dihitung,” katanya dalam webinar, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga  Kronologi Nasabah Masuk Penjara Gara-gara BCA Salah Transfer

2. Porsi RI Diusulkan Turun di Kereta Cepat

Dia menerangkan, WIKA sendiri merupakan salah satu pemegang saham terbesar di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI ini adalah pemegang 60% saham KCIC.

Baca Juga  Uang Rp 15 Juta Hancur Dimakan Rayap, Nurhaya: Saya Tabung di Bawah Kasur

“Efeknya terhadap WIKA, seperti diketahui bahwa saat ini WIKA menjadi salah satu pemegang saham paling besar yang ada di PSBI atau Indonesia portion 60% kemudian China portion 40%. Di 60% itu WIKA kurang lebih 38%,” katanya.

2 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *