
Niat Selamatkan Anak Kucing, Pemuda Ini Malah Terjebak 6 Jam di Gorong-Gorong Sedalam 120 Meter
Niat mulia menyelamatkan seekor anak kucing justru berujung pengalaman menegangkan bagi seorang pemuda di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Ia harus bertahan selama kurang lebih enam jam di dalam lorong gorong-gorong yang gelap, sempit, dan minim udara sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas pemadam kebakaran.
Peristiwa dramatis ini bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, pemuda tersebut melihat seekor anak kucing terperosok ke dalam saluran air di depan Gedung Serba Guna (GSG) Pemda Tigaraksa.
Merasa iba melihat kondisi hewan mungil tersebut, ia pun memutuskan masuk ke dalam saluran beton untuk menyelamatkannya.
Namun, tanpa disadari, upaya penyelamatan itu justru membawanya semakin jauh ke dalam lorong bawah tanah. Ia terus merangkak menyusuri saluran hingga mencapai jarak sekitar 120 meter, tepatnya sampai di bawah area gedung Smartbuilding Diskominfo.
Masalah muncul ketika ia mencoba kembali ke arah semula.
Kondisi lorong yang gelap gulita, sempit, dan membingungkan membuatnya kesulitan menemukan jalan keluar. Pemuda tersebut akhirnya tersesat dan terjebak di dalam saluran beton.
Berada di ruang bawah tanah selama berjam-jam tentu bukan perkara mudah. Dalam kondisi minim penerangan dan sirkulasi udara, ia hanya bisa berteriak meminta pertolongan sambil berharap ada orang yang mendengar suaranya.
Beruntung, menjelang malam, teriakan samar dari dalam gorong-gorong terdengar oleh sejumlah pekerja proyek yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.
Menyadari ada seseorang yang membutuhkan bantuan, para pekerja segera menghubungi petugas Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Tigaraksa.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan. Dengan menggunakan senter untuk menerangi lorong, mereka menyusuri saluran sekaligus memberikan arahan kepada korban agar dapat menemukan jalan keluar.
Setelah melalui proses evakuasi yang cukup menegangkan, perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pada pukul 20.21 WIB, pemuda itu berhasil merangkak keluar dari gorong-gorong dalam keadaan selamat. Ia dilaporkan tidak mengalami luka berarti.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa niat baik untuk menolong makhluk hidup memang patut diapresiasi. Namun, keselamatan diri sendiri juga tidak boleh diabaikan.
Sebab, tanpa perhitungan dan perlengkapan yang memadai, tindakan penyelamatan yang awalnya sederhana bisa berubah menjadi situasi darurat yang membahayakan nyawa.