MallGede News Abu Janda Dipanggil Polisi soal Pigai dan ‘Islam Arogan’

Abu Janda Dipanggil Polisi soal Pigai dan ‘Islam Arogan’

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal memeriksa pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda pada Senin (1/2) pagi terkait dua perkara yang dilaporkan terhadap dirinya.

Diketahui, Permadi  dilaporkan terkait cuitannya yang diduga mengandung ujaran rasial terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai dan unggahannya soal ‘Islam Arogan’.

“Senin, pemeriksaan sudah dijadwalkan,” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (31/1).

Argo menuturkan pemeriksaan sedianya akan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Adapun untuk dua perkara itu, kata dia, Abu Janda masih berstatus sebagai saksi terlapor.

Baca Juga  Jokowi: Hati-hati Gelombang Kedua, Malaysia-Singapura Sudah Lockdown

Setidaknya, saat ini ada dua kasus terkait Abu Janda yang tengah diusut oleh penyidik Bareskrim Polri. Kedua perkara itu dilaporkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan laporal polisi (LP) yang berbeda.

Pertama, laporan teregister dalam nomor LP/B/0052/I/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021. Dalam kasus ini, Abu Janda diduga menghina Pigai terkait cuitannya yang menyinggung evolusi kepada Pigai.

Abu Janda telah menegaskan kicauannya bukan bermaksud sebagai ujaran rasis. Meskipun demikian, kicauan ‘evolusi’ tersebut sudah dihapus akun twitter @permadiaktivis1 sehingga tak dapat ditemukan lagi. Diketahui, dalam cuitannya, Abu Janda membela mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono yang sedang bersiteru dengan Pigai di dunia maya.

Baca Juga  Fakta Suami Bunuh Istri dengan Tenggelamkan Kepala ke Sungai, Kades Minta Tolong dan Tak Ada Warga Membantu

Dalam laporan itu, Permadi diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) dan/atau pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau pasal 311 KUHP.

Baca Juga  Diminta Jadi Pengacara HRS di Medsos, Hotman Paris: Saya Sibuk

Kemudian, laporan kedua teregister dengan nomor LP/B/0056/I/2021/Bareskrim tertanggal 29 Januari 2021 terkait cuitannya soal ‘Islam agama arogan’ saat berbicara tentang agama impor yang menginjak-injak kearifan lokal.

‘Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany,’ kicaunya lewat akun @permadiaktivis1, Senin (25/1).

2 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan