Akhir Tragis Kehidupan Ridwan, Meninggal Dikeroyok Teman Seperguruan

Sesosok mayat ditemukan warga di bawah jembatan Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (17/5). Korban bernama Ridwan (19), warga Desa Kwangsan, Karanganyar ini sempat diduga sebagai korban kecelakaan.

Dugaan itu muncul karena dari pemeriksaan luar tidak menunjukkan ada tanda-tanda kekerasan. Ridwan akhirnya dimakamkan oleh pihak keluarga tanpa proses autopsi.

Belakangan terungkap, Ridwan tewas akibat penganiayaan. Satreskrim Polres Karanganyar sudah mengamankan empat pelaku yang diduga menganiaya Ridwan hingga tewas.

Penangkapan para pelaku ini berawal dari diamankannya pelaku utama berinisial AH, warga Jumantono Karanganyar. Melalui pelaku AH ini, polisi kemudian mengamankan tiga terduga pelaku lain, yakni RW, AI, dan MF pada Jumat (21/5).

Baca Juga  Bocah Perempuan Tewas Terlindas Saat Mengadang Truk yang Dikemudikan Ayahnya

Empat tersangka adalah rekan seperguruan silat
Berdasarkan perkembangan pemeriksaan, polisi resmi menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Keempat tersangka ini diketahui merupakan teman korban sesama perguruan silat.

“Dua tersangka sudah kita jadikan tersangka utama, kita kenai dengan pasal 170 KUHP (tentang pengeroyokan). Dan untuk dua tersangka lainnya kita kenakan pasal 181 KUHP, terkait membantu menyembunyikan mayat korban,” jelas KBO Satreskrim Polres Karanganyar, Ipda Anton Sulitiyana, Senin (24/5).

Baca Juga  Geger Ternak Warga di Maros Lenyap Disantap Ular 7 Meter

Sebelum dibuang mayat Ridwan sempat ‘diinapkan’
Menurut polisi, para tersangka penganiayaan sempat kebingungan menentukan lokasi pembuangan mayat. Jasad Ridwan bahkan sempat ‘diinapkan’ di kamar salah satu tersangka selama satu malam sebelum akhirnya dibuang.

“Setelah dianiaya, pelaku itu rencana membawa ke rumah sakit tetapi korban sudah meninggal dunia. Akhirnya para tersangka muter-muter di Karanganyar dengan membawa kendaraan roda empat,” ujar Anton, ditemui wartawan di Satreskrim Polres Karanganyar.

Baca Juga  Kapolsek di Klaten Diancam Dibunuh Gegara Bubarkan Pesta Miras

Anton menyebut, para tersangka sempat kebingungan mencari tempat untuk menyembunyikan jasad korban. Karena tak menemukan solusi, para tersangka membawa korban ke kamar salah satu milik tersangka AI.

“Setelah tersangka ini bingung mau dibuang dimana, akhirnya (jasad korban) disimpan di sebuah kamar salah satu warung di Karanganyar. Itu kamar milik tersangka AI,” ungkapnya.

Di kamar itulah, jasad korban ‘menginap’ selama satu hari. Baru berselang sehari kemudian, para tersangka kembali mengambil jasad korban untuk dibuang.

1 Likes