Akhir Tragis Kehidupan Ridwan, Meninggal Dikeroyok Teman Seperguruan

“Selang satu hari akhirnya dibantu dengan temannya inisial AI dan MF. Para tersangka selanjutnya berpikir untuk membuang (jasad) ke arah rumah korban, yang ada di wilayah Jumantono,” jelas Anton.

Makam Ridwan dibongkar untuk autopsi
Sementara itu, polisi akhirnya membongkar makam Ridwan. Pembongkaran makam dilakukan dalam rangka proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Proses autopsi ini dilakukan di lokasi pemakaman Ridwan di TPU Brongkol, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kamis (27/5). Autopsi dilakukan polisi bersama tim forensik RSUD dr Moewardi Solo.

Baca Juga  Viral Capek-capek Move On Berakhir Dinikahi Mantan, Ini Kisah di Baliknya

Petugas menemukan kejanggalan saat melakukan autopsi terhadap jasad Ridwan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas forensik membawa jantung Ridwan ke laboratorium forensik RSUD dr Moewardi, Solo.

“Awalnya terlihat tanda-tanda memar di dada. Lalu waktu masuk ke organ dalam, terlihat ada kejanggalan pada warna jantung korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein, Kamis (27/5).

Untuk memastikan penyebab kejanggalan tersebut, lanjutnya, petugas forensik memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Organ jantung korban diambil petugas untuk diperiksa di laboratorium. “Sehingga jantung diambil untuk dilaksanakan pemeriksaan di laboratorium,” jelas Kresnawan.

Baca Juga  Heboh Ustaz Yahya Waloni Tak Mau Duduk Pakai Kursi Gereja

Sementara itu, hasil pemeriksaan organ tubuh korban yang lain tidak menunjukkan hal yang mencurigakan. Begitu juga dengan kondisi tulang korban sama sekali tidak menunjukkan fraktur (patah).

“Kalau untuk kepala nggak ada yang fatal. Kondisi jasad masih utuh, tidak ada yang patah tulangnya baik semua,” terangnya.

Motif di balik penganiayaan terhadap Ridwan
Kresnawan menyebut ada dua tersangka yang melakukan penganiayaan kepada korban. Keduanya sama-sama mengakui menganiaya Ridwan tanpa menggunakan alat.

Baca Juga  Sedang Tak Bawa Pasien, Ambulans Kimia Farma Bunyikan Sirine Saat Terobos Lampu Merah

“(Dengan) tangan kosong. Kan baik korban maupun dua tersangka yang melakukan pemukulan itu kan sama-sama dari perguruan silat. Jadi sejauh ini tidak ditemukan alat dan tidak ditemukan pengakuan dari tersangka maupun saksi yang melihat bahwa mereka pakai alat (untuk menganiaya korban),” kata dia.

Dari pengakuan para tersangka, lanjutnya, polisi menduga tidak ada niatan awal para tersangka untuk membunuh korban. Menurutnya, para tersangka awalnya hanya ingin melakukan klarifikasi ucapan korban.

0 Likes
error: Mohon Untuk tidak COPAS