Akhir Tragis Kehidupan Ridwan, Meninggal Dikeroyok Teman Seperguruan

“(Dugaan) sementara, awalnya nggak ada rencana (membunuh). Karena itu cuma klarifikasi tuduhan korban bahwa tersangka jual obat terlarang. Setelah klarifikasi (disuruh) buat pernyataan, ada pernyataan yang dibuat tertulis,” jelasnya.

Namun proses klarifikasi tersebut berbuntut para tersangka menganiaya dengan memukuli korban. Kresnawan menyebut, tersangka memukuli korban yang sudah dalam posisi menunduk.

“Setelah itu klarifikasinya jadi mulut ke mulut (adu mulut). Pelaku yang pertama atas nama W mukul dulu tiga kali, setelah itu dia nggak ikut lagi. Terus pelaku yang kedua, yang sampai meninggal yang kedua ini, atas nama AH. AH pukul kepala, karena posisinya ada saksi yang melihat korban sudah menunduk masih dipukuli,” ungkapnya.

Baca Juga  Mensos Risma Antar 15 Pemulung Bekerja di Waskita Karya 

Sementara dua tersangka lain, kata Kresnawan, berperan membantu membuang mayat korban. Dua tersangka ini tidak mengetahui perihal penganiayaan yang dilakukan kepada korban.

Baca Juga  Hasil Tes DNA Keluar, Polisi yang Ditemukan di RSJ itu ...

“Yang dua orang bagian buang (jasad korban). Jadi setelah itu jadi mayat, baru tersangka yang buang ini datang. Berarti kan dia tidak tahu kejadiannya sebenarnya, tapi dia lihat sudah jadi mayat, dia bantu cari tempat,” urainya.

Baca Juga  Tersentuh Mendengar Gus Miftah di Gereja, Mualaf di Amerika Ingin Perdalam Islam

Keempat tersangka ini kemudian mengambil mobil milik tersangka AH. Mobil inilah yang digunakan para tersangka untuk mengangkut korban untuk dibuang.

“Bukan seolah-olah biar terlihat seperti kecelakaan, (korban) dibuang di lokasi karena sudah bingung saja. Diglundungin (dari atas jembatan) makanya terlihat seperti jatuh dari atas,” pungkas Kresnawan.

Artikel asli detik

0 Likes
error: Mohon Untuk tidak COPAS