Banting Harga, Perusahaan Semen China Didenda KPPU Rp 22 Miliar

Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) menghukum denda sebesar Rp 22,35 miliar PT Conch South Kalimantan Cement ( CONCH) sebab terbukti menjual produknya di bawah harga wajar dengan tujuan akhir monopoli pasar.

“Terlapor terbukti melanggar Pasal 20 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999,” kata Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi dikutip dari Antara, Minggu (17/1/2021).

Pasal 20 UU Nomor 5 1999 tentang Persaingan Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat berbunyi “Pelaku usaha dilarang melakukan pemasokan barang dan atau jasa dengan cara melakukan jual rugi atau menetapkan harga yang sangat rendah dengan maksud untuk menyingkirkan atau mematikan usaha pesaingnya di pasar bersangkutan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.”

Baca Juga  4 Provinsi yang Dapat Perizinan Investasi Industri Miras

Pada tahun 2015, CONCH di Kalimantan Selatan menjual produknya berupa semen jenis Portland Composite Cement (PCC) seharga Rp 58.000 per zak 50 kg.

Sementara Semen Gresik dari BUMN Semen Indonesia untuk berat dan kemasan yang sama dibanderol antara Rp 60.000 sampai Rp 65.000.

Demikian pula pada tahun-tahun berikutnya, yang perlahan-lahan membuat semen dari luar Kalimantan tersingkir dari pasar.

Baca Juga  Alamak! Uang Konsumen Raib Nyaris Rp 1 Miliar di Grabtoko

“Perbedaan harga itu mungkin terlihat kecil, tapi bagi pembeli untuk proyek misalnya, yang membeli dalam jumlah besar, maka beda harga itu jadi cukup lumayan,” kata Budi, pemilik toko bahan bangunan di Balikpapan.

Pembeli dalam jumlah kecil pun akan secara alamiah memilih semen dengan harga termurah.

Namun harga murah yang menguntungkan konsumen tersebut ternyata banting harga di bawah modal produksi per zak.

Berdasarkan proses persidangan yang mulai digelar pada 23 Juni 2020 dan telaah Majelis Komisi pada alat bukti yang diperoleh, terbukti CONCH melakukan jual rugi di tahun 2015 dan menjual di harga selalu di bawah harga pasaran semen PCC di Kalimantan Selatan sampai 2019.

Baca Juga  Tips Beri Utang ke Teman Atau Saudara: Siap Ikhlas, Anggap Uang Hilang

Majelis Komisi menemukan di laporan keuangan di tahun 2015, CONCH mengalami kerugian sebagai akibat dari perilaku tersebut.

Sementara penetapan harga yang sangat rendah disimpulkan melalui alat bukti yang menunjukkan harga jual rata-rata CONCH lebih rendah dibandingkan dengan pelaku usaha pesaingnya untuk penjualan semen jenis PCC di wilayah Kalimantan Selatan.

1 Likes

Tinggalkan Balasan

error: Mohon Untuk tidak COPAS