Beredar Pesan Jangan ke RS kalau Batuk karena Bisa “Di-Covid-kan”, Ini Tanggapan Perhimpunan RS Seluruh Indonesia

“Dibandingkan mengurusi kayak gitu, ayo sama-sama berjuang, sama-sama menguatkan, sama melawan Covid-19 ini. Masyarakat melakukan prokes, jaga kesehatan, jaga imun, kami tenaga kesehatan jika ada yang memerlukan perawatan, akan kami tolong semampu kami,” kata Anjari.

Lakukan isolasi mandiri
Mengenai narasi agar tidak perlu terburu-buru ke rumah sakit jika mengalami keluhan seperti batuk, pilek, panas, atau meriang, Anjari menyepakati hal itu.

Baca Juga  Sertifikat Vaksin Covid-19 Bisa Dicetak seperti KTP atau Kartu ATM

Alasannya, bed occupancy rate (BOR) atau angka yang menunjukkan persentase penggunaan tempat tidur di rumah sakit sudah sangat padat.

Jika kondisi tak serius, lebih baik melakukan isolasi mandiri di rumah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Baca Juga  Hina Satgas Covid-19, Tiga Pemuda Ini Menangis dan Minta Maaf Saat Diperiksa Polisi

“Dalam situasi dan kondisi darurat Covid-19 seperti saat ini, ditambah kondisi rumah sakit yang BOR-nya sudah sangat padat, kami setuju untuk masyarakat kalau bisa isolasi mandiri, kan memang disarankan begitu,” ujar dia.

Baca Juga  Miris Nasib Pasien Corona Meninggal di Taksi Usai Ditolak RS Sana-sini

“Misalnya keluhannya batuk, pilek, ya memang tidak perlu buru-buru ke rumah sakit. Sebaiknya yang sifatnya tidak bergejala maupun bergejala ringan, lakukan isolasi mandiri dengan prokes,” ujar Anjari.

 

Artikel asli 

0 Likes
error: Mohon Untuk tidak COPAS