Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang, GARDA: Kami Berharap BLT Rp. 100.000/hari

06 April 2020 - Kategori Blog

Demi membendung penyebaran virus corona pemerintah mengeluarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam PSBB Layanan Ojek online dilarang untuk mengangkut penumpang. Namun masih bisa melayani jasa pengiriman barang dan makanan.

Hal tersebut tentunya mengurangi pendapatan ojek online. Pengakuan beberapa driver ojek online 50%, penghasilan mereka berasal dari mengantar penumpang. Aliansi ojek online pon bereaksi dan menyikapi aturan tersebut dan berharap adanya bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Benda-benda yang harus kamu hindari saat pandemi Virus Corona

 

“Pemerintah memberikan kompensasi penghasilan kepada para pengemudi ojol, berupa Bantuan Langsung Tunai yang besarannya 50% dari penghasian normal kami, nilai besaran BLT yang kami harapkan yaitu Rp 100.000/hari,” ujar Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Selain itu, potongan dari aplikator senilai 20% sangat memberatkan ojek online. Ojek online berharap potongan dikurasi selama PSBB sebesar 10%

“Pihak aplikator menerapkan potongan penghasilan kami maksimal 10% atau kalau perlu tanpa ada potongan pendapatan dari aplikator, karena saat ini pendapatan kami masih dipotong 20% oleh pihak aplikator,” tambah Igun.

Aturan PSBB mengenai larangan mengangkut penumpang diatur dalam Pemenkes No 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan COVID-19.

src; detik

foto; dok pdi perjuangan