Sangat Kasihan, Pria ini di Belit dan di Gigit King Kobra Sampai ke Rumah Sakit

14 November 2020 - Kategori Blog

pria dililit ularNasib nahas dialami pria asal Provinsi Tay Ninh, wilayah berjarak 90 kilometer barat laut Ho Chi Minh, Vietnam. Tangan pria 38 tahun itu digigit king cobra seberat 4,6 kilogram.

Menurut laman Tuoi Tre News, peristiwa itu terjadi pada Rabu pekan lalu. King cobra yang menggigit tangan pria tersebut, tak mau lepas.

Sehingga, pria itu dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi masih digigit king cobra. Binatang melata itu bahkan kuat-kuat membelit lengan pria itu.

Menurut keluarganya, pada Rabu itu, pria berinisial T dan anak lelakinya melihat ular raksasa di kebun mereka sekitar pukul tujuh pagi waktu setempat.

T berusaha menangkap king cobra tersebut. Namun, upaya itu berujung nasib nahas. Tangan kanannya digigit ular berbisa tersebut, meski bisa memegang kepala si melata.

Di tengah gigitan dan belitan itu, keluarga mengikat lengan T dengan maksud agar bisa king cobra tersebut tidak menyebar ke seluruh tubuh. T kemudian dilarikan ke rumah sakit di Tay Ninh.

Meski digigit ular sangat beracun, T masih sadar dan terus memegangi ular yang sedang membelitnya.

Dokter di rumah sakit kemudian berhasil melepaskan ular sepanjang 2,5 meter tersebut dari tangan T. Dokter juga membalut luka T dan memberinya obat.

Namun, T mengalami sianosis dan kesulitan bernapas setelah 30 menit kemudian. Sehingga, T dipindah ke ventilator dan dibawa ke Rumah Sakit Cho Ray di Ho Chi Minh City.

Nguyen Ngoc Sang, seorang dokter di Cho Ray, mengatakan, T dibawa ke rumah sakit pada sore hari di hari yang sama. T menderita kelumpuhan, pupil membesar, dan kehilangan refleks.

T dirawat dengan sepuluh botol antiserum bisa ular dan akhirnya bisa menggerakkan lengan, kaki, dan matanya.

” Meski T. tidak lagi kritis, namun kondisi kardiovaskularnya tetap harus dipantau karena gigitan king cobra juga dapat membahayakan jantung korban,” kata Sang.

Gigitan ular kobra dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada ekstremitas dan otot pernapasan, yang menyebabkan kematian akibat sesak napas, serta merusak otot jantung, yang mengakibatkan gagal jantung akut, menurut dokter.

Sumber: Dreamcoid