MallGede Social Bukan Durhaka, Kuasa Hukum Sebut Anak Kandung yang Polisikan Ibunya Hanya Cari Keadilan

Bukan Durhaka, Kuasa Hukum Sebut Anak Kandung yang Polisikan Ibunya Hanya Cari Keadilan

M Syaefudin, kuasa hukum A (19) pelapor ibu kandung atas kasus penganiyaan, buka suara terkait penangguhan penahanan atas ibu A yang berinisial S (36).

Dalam keterangan pers yang dirilis Senin (11/1/ 2021), Syaefudin menyatakan, kliennya merasa tersudut dengan gelar ‘anak durhaka’ yang ramai-ramai dilontarkan oleh netizen setelah pemberitaan tentang ibu yang dijebloskan ke tahanan oleh si anak kandung.

Baca Juga  Cekcok dengan Suami, Ibu dan Anak Jalan Kaki di Tol, Menangis hingga Basah Kuyup

Ia menegaskan kliennya hanya mencari keadilan dan perkara penganiayaan yang dilakukan oleh ibunya harus dilihat dan dicermati dalam kacamata hukum.

“Negara ini berdasarkan hukum rechtsstaat. Maka orang yang mencari keadilan bukan durhaka namun itu orang taat hukum, keadilan di sini mengadukan perkara ke kepolisian itu sudah tepat,” ungkap Syaefudin.

Baca Juga  Ibu Hamil dan Balita Dapat BLT Rp 3 Juta Lewat PKH, Ini Syaratnya

Menurutnya, penganiayaan S terhadap A adalah buntut dari masalah keluarga. Faktanya ketidakharmonisan orang tua A akhirnya berujung pada perceraian.

Berdasarkan pengakuan A, ada pria idaman lain yang masuk ke dalam rumah tangga ibu dan ayahnya.

Klien Syaefudin mengaku terintimidasi bila ia mengungkap hubungan ibunya dengan pria lain tersebut.

Kuasa hukum A juga menyampaikan kekecewaan kliennya mendengar kabar penangguhan penahanan ibunya yang sempat mendekam di balik terali besi selama dua malam.

Baca Juga  3 Pria Ini Menikah dalam Satu Ikatan, Keluarga Mendukung

“Dengan adanya itu (penangguhan penahanan), malah (A) enggan untuk nyambung,” tutur Syaefudin.

Pihaknya bertekad agar perkara tersebut harus terus berjalan sampai pada persidangan dengan melihat bukti dan fakta.

 

Artikel asli kompas

4 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *