Cerita Istri Mantan Pengawal Sukarno Terancam Diusir dari Kontrakan

Elisabeth Koesno sekeluarga sempat putus asa dan tak tahu lagi akan tinggal di mana. Sebab 1 Juni nanti masa sewa kontrakannya di Cimanggis Depok habis.

Bahkan, sang pemilik kontrakan sudah mendatangkan pemborong karena rumah itu akan dibongkar.

Elisabeth Koesno merupakan istri mantan pengawal Presiden RI pertama, Serma R Koesno. Tak banyak yang tahu sejarahnya, tetapi Serma R Koesno adalah pengawal pribadi yang ditunjuk langsung oleh Bung Karno pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Roland Anziano, cucu R Koesno menceritakan kakeknya dipilih oleh Bung Karno lantaran pernah berjuang bersama di sejumlah peperangan masa kemerdekaan. Koesno merupakan anggota pasukan dari Jendral Soedirman.

Baca Juga  Dituduh Kafir dan Sesat, Ini Klarifikasi Gus Miftah Terkait Orasi Kebangsaan di Gereja

“Waktu itu namanya Pasukan Pengawal Presiden, belum ada ajudan. Opa saya dipilih karena Bung Karno memang mencari anggota yang sedaerah dan menonjol di perang-perang gerilya,” ujar Roland dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Roland menceritakan mendiang Koesno memang tak banyak dikenal oleh publik tentang keterlibatannya. Namun ada banyak bukti bahwa opanya merupakan salah satu pengawal Bung Karno pada masa 1950-1960an.

Baca Juga  Jokowi: Koruptor Dihukum Mati Kalau Masyarakat Berkehendak

“Penembakan Istiqlal, terus beberapa peristiwa penting lainnya. Opa saya ada di situ,” katanya.

Serma R Koesno meninggal pada 1998 dan meninggalkan seorang istri bernama Elisabeth Koesno, yang dinikahi pada 1950. Elizabeth Koesno keturunan Belanda-Indonesia dan ibunya berasal dari Purworejo.

Kesulitan demi kesulitan dialami keluarga Elizabeth Koesno. Lantaran sakit dari jatuh yang dia alami akhir 2019, dia mesti menjalani perawatan yang tidak murah. Terakhir adalah ketidakmampuannya membayar kontrakan.

Namun kekhawatirannya itu sirna. Sebab, kemarin mendapat kabar bahwa kontrakannya telah dibayar. Pembayaran dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bantuan ini pun di luar dugaan Elisabeth sekeluarga.

Baca Juga  Pandangan UAS dan Ustaz Adi Hidayat soal Muslim ke Gereja seperti Gus Miftah

“Karena Pak Ganjar tidak pernah menjanjikan apa-apa, dua minggu lalu saya kontak beliau lewat Instagram. Dibantu untuk bayar PDAM. Ini hadiah Hari Lansia. Dibayarkan kontrakan kami oleh Pak Ganjar,” kata Roland.

Roland mengatakan tagihan PDAM dibayar Ganjar sekitar dua minggu lalu sejumlah Rp 1,3 juta. Sedangkan untuk kontrakan dibayar full satu tahun sebesar Rp 25 juta.

1 Likes