MallGede Health Cerita Polisi Majalengka Buat Alat Bantu Pernapasan untuk Pasien COVID-19

Cerita Polisi Majalengka Buat Alat Bantu Pernapasan untuk Pasien COVID-19

Agus Romy (37) seorang anggota kepolisian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berinisiatif membuat alat bantu pernapasan bagi pasien COVID-19.

Hal itu ia lakukan demi membantu orang-orang yang sedang menjalani isolasi mandiri namun terbatas akan pelayanan medis.

Agus Romy diketahui merupakan seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Talaga, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.

Ia membuat alat bantu pernapasan dengan aerator atau mesin pembuat gelembung udara yang biasa digunakan pada akuarium.

Alat bantu pernapasan yang dibuat Romy sangat sederhana, mesin aerator yang memiliki dua lubang dipasangi selang yang tersambung ke botol air mineral yang telah diisi air setengahnya.

Setelah semua terpasang, aerator harus dialiri listrik agar gelembung air di dalam botol bisa menghasilkan udara yang kemudian bisa dihirup oleh pasien COVID-19 untuk memperlancar pernapasan.

Kepada detikcom, Romy mengaku alat bantu pernapasan yang dibuatnya itu pertama kali dibuat saat ibu dan anaknya terpapar virus Corona beberapa waktu lalu. Saat itu, kata Romy, ketersediaan oksigen di wilayah Talaga sedang langka.

Baca Juga  Istana: Penyuntikan Vaksin Covid-19 ke Jokowi Akan Disiarkan Langsung

Sebelum mengaplikasikan alat bantu pernapasan dari aerator ke ibu dan anaknya, Romy terlebih dulu mencari informasi di internet tentang kegunaan aerator hingga resiko yang ditimbulkan.

“Dibuat awalnya saat ibu dan anak saya positif COVID-19, saat itu saya kehabisan oksigen. Akhirnya saya lihat kolam ikan yang pakai aerator itu dan saya rasa aerator itu bisa mengeluarkan udara dan saya coba ternyata bisa membantu untuk bernapas,” kata Romy saat ditemui di kantornya, Senin (5/7/2021).

Menurut Romy setelah dicoba ke ibu dan anaknya, alat buatannya itu terbukti mampu membantu seseorang yang mengalami sesak napas baik itu karena COVID-19 ataupun penyakit lainnya agar bisa lebih lancar menghirup oksigen.

Sejak saat itulah, banyak warga Kecamatan Talaga yang kemudian datang ke Polsek Talaga untuk meminta alat buatan Romy.

Ia pun dengan senang hati membuat alat tersebut dan memberikannya ke warga secara gratis.

Selain itu banyaknya pasien positif COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah tanpa adanya pelayanan medis yang memadai juga menjadi alasan Romy rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membuat alat bantu pernapasan hingga memberi asupan vitamin dan obat-obatan.

Baca Juga  Kamboja Hindari Vaksin COVID-19 China, Tak Ingin Jadi 'Kelinci Percobaan'

“Sekarang ini memang sangat langka oksigen itu di Talaga, yang meninggal ada enam orang karena COVID-19. Kemudian banyak yang minta saran, jadi saya berbagi ilmu aja, saya memang bukan medis tapi saya punya pengalaman yang saya alami sendiri,” ucap Romy.

“Di Talaga dalam empat hari ini sudah banyak yang minta tolong dibuatkan alat ini, sudah 27 buah yang saya buat. Selain COVID-19 ada juga yang sakit lainnya dan karena d irumah sakit penuh jadi mereka diminta untuk rawat jalan, namun mereka tidak dapat sarana kesehatan,” sambungnya.

Meski belum ada uji klinis terhadap alat bantu pernapasan yang dibuatnya, namun Romy tetap mengaku senang bisa membantu warganya yang sedang membutuhkan alat bantu untuk bernapas.

Ia juga tidak ambil pusing terhadap komentar dari banyak pihak yang menyebut alat buatannya itu tidak bermanfaat untuk pasien COVID-19.

Baca Juga  Pasien Meninggal Pontang-panting Ditolak 9 RS, Kakak: Adik Saya Sangat Menderita

“Kalau saya simpel saja selama kita bisa berbuat baik, lakukan yang terbaik. Kalau yang ngomong salah dan tidak bermanfaat itukan tidak tahu kondisi di lapangan gimana. Warga itu mengeluh langsung ke saya. Setidaknya ini membantu mereka, mereka,” tandasnya.

Sementara itu Pijay (19) salah seorang warga asal Desa Cikeusal, Kecamatan Talaga mengungkapkan dirinya membutuhkan alat bantu pernapasan yang dibuat Agus Romy untuk ibunya yang sedang sakit sesak napas.

“Buat ibu sakit sesak napas. Kemarin lapor ke Pak Romy suruh datang ke sini (Polsek Talaga), ini dikasih alatnya sama obat-obatan herbal juga,”

Ia sendiri belum mengetahui apakah sang ibu terpapar virus Corona atau tidak. Namun, kata Pijay, selain sesak napas ibunya juga mengalami gejala demam.

“Belum tahu sih positif tidak, belum diperiksa soalnya. Nanti mau diperiksa ke puskesmas. Gejalanya sesak napas dan demam sekarang,” ujar Pijay.

1 Likes

Author: Admin