MallGede Business Debt Collector Nggak Boleh Serampangan Narik Mobil cs, Ini Aturannya

Debt Collector Nggak Boleh Serampangan Narik Mobil cs, Ini Aturannya

Sempat viral video eksekusi penarikan mobil oleh debt collector di jalan. Dari video tersebut debt collector mengerubungi dan mencegat mobil yang ternyata dikendarai anggota TNI.

Merespons peristiwa tersebut, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan seharus tidak langsung mengambil kesimpulan dalam perkara itu sebelum seluruh fakta terungkap.

“Artinya begini, kita musti tahu dulu kendaraan ini macet nggak. Kalau tidak kan nggak mungkin dicari-cari,” ucapnya kepada detikcom, Senin (10/5/2021).

Suwandi juga meminta masyarakat memisahkan kasus yang melibatkan oknum debt collector dengan kegiatan eksekusi penaikan kendaraan yang terjadi setiap hari sesuai prosedur yang benar.

Baca Juga  Harga Paket Data Internet Telkomsel 5G, Di Jamin Jauh Lebih Murah dari 4G

Nah untuk perkara itu, Suwandi menilai debt collector sebagai oknum yang memang melakukan kesalahan prosedur. Meski belum terungkap secara jelas, menurutnya dengan melakukan eksekusi beramai-ramai sudah merupakan kesalahan prosedur.

“Mereka ramai-ramai 10 atau 11 orang. Ini kan berarti sudah salah. Kan yang dikasih kuasa paling 1 orang, berarti dia keroyokan. Dan seharusnya dia yang bertanggung jawab untuk proses hukum,” ucapnya.

Suwandi menjelaskan ada tata cara dalam melakukan penarikan kendaraan di jalan. Tata cara itu diajarkan oleh APPI kepada para debt collector.

Baca Juga  Darurat! 100 Ribu Buruh di Industri Baja RI Terancam PHK

Para perusahaan leasing saat ini harus menggunakan jasa penagihan pihak ketiga dalam bentuk perusahaan, tidak boleh lagi perorangan. Lalu perusahaan penagihan itu harus mengirimkan karyawan debt collector-nya untuk dilatih di anak usaha APPI tersebut.

Nah untuk tata caranya, pertama ada beberapa dokumen yang harus debt collector bawa sebelum melakukan eksekusi seperti sertifikat fidusia. Kemudian debt collector harus membara surat kuasa eksekusi dari perusahaan leasing.

Baca Juga  Kena PPnBM 0%, Toyota Avanza Bisa Dicicil Rp 3 Jutaan Per Bulan

Lalu debt collector tersebut harus bisa menunjukkan bahwa dirinya bersertifikat dan telah ikut pelatihan. Hal itu sudah tertuang dalam POJK 35 Tahun 2018 pasal 65. Terakhir dia juga harus membawa surat somasi.

“Dengan begitu orang yang mau dieksekusi tahu bahwa mobil ini terlambat membayar,” tambahnya.

Nah untuk prosesnya, seharusnya debt collector memberitahukan debitur tersebut dengan sopan santun. Jika debiturnya nakal maka debt collector bisa mengajak polisi dan perwakilan perusahaan pembiayaan.

0 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan