Ini Kisah Lengkap Viral Dulu Jualan Nasi Bungkus, Kini Sukses Jadi Dokter

Pria ini mendadak menjadi sorotan warganet karena dulu berjualan kue buatan ibunya di sekolah kini sukses menjadi dokter. Seperti apa kisahnya?

Kisah viral itu berawal dari postingan akun TikTok @wahyu_saputra1702. Dalam unggahannya, Wahyu mengungkapkan dia berjualan kue dari SD hingga kuliah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

 

“Dari SD sampai kuliah tetap bawa dan jualan kue, karena rezeki tak tahu datang dari arah mana #fypシ,” tulis @wahyu_saputra1702 dalam video yang sudah ditonton lebih dari 1 juta kali itu.

 

Ia membagikan foto saat pertama kali masuk TK pada 2002, kemudian masa sekolah hingga diterima SNMPTN jalur undangan pada 2015. Dan ada juga momen dia berfoto bersama kedua orangtuanya saat acara sumpah dokter pada April 2021.

 

Foto-foto tersebut dibagikannya sambil Wahyu menulis ulang percakapannya dengan sang ibu ketika dia menawarkan diri menjual olahan kue dan nasi buatan ibunya di sekolah. “Mak, nanti di SMP Wahyu bantuin jual nasi gemuk mamak dibawa ke sekolah ya. Kan gaji bapak ndak cukup,” begitu salah satu ucapan Wahyu pada sang ibu.

 

Cerita Wahyu Kini Jadi Dokter Dulu Jualan Kue dan Nasi Bungkus

Wolipop telah menghubungi Wahyu Saputra yang mengunggah video TikTok tersebut. Ia mengatakan sudah terbiasa membantu ibunya berjualan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

 

“Saya SD pun sudah terbiasa untuk membantu ibu saya berjualan. Karena bapak dan ibu bertani, sering kami menjual hasil tani keliling seperti buah rambutan, kelapa dan lainnya. Alhamdulillah setiap berbuah pasti selalu ada rezeki,” kata Wahyu kepada Wolipop, Senin (26/7/2021).

Baca Juga  Kronologi Nama Siswa Lulus Bintara Polri Hilang Diganti Orang lain di Polda Sulut

 

Wahyu menuturkan jika ia terlahir dari pasangan Najamudin dan Anisar. Ayahnya bekerja sebagai pegawai pembantu di Tata Usaha Kecamatan. Sedangkan ibunya, ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan kue dan nasi gemuk.

 

“Saat saya SD, kakak dan abang saya kuliah dan ibu saya berjualan nasi gemuk untuk membiayai kami sekolah. Namun, saya SD pun sudah terbiasa untuk membantu ibu saya berjualan,” kenangnya haru.

Ketika duduk dibangku SMP, Wahyu membawa dagangan ibunya berupa nasi kuning. Setiap hari dia harus datang lebih pagi, karena berjualan nasi tersebut di kantin sekolah.

 

“Selama tiga tahun saya membawa nasi tersebut. Alhamdulillah juga di sekolah saya belajar mengajar tidak terganggu. Selama tiga tahun pula saya berhasil mempertahankan juara umum saya,” tuturnya.

 

Lanjut ke SMA, ia juga membawa kue jualan ibunya. Kebetulan ada toko yang berdekatan dan searah menuju sekolah yang bisa dititip kue. “Pagi saya antar dan sore saya jemput. Saya lakukan sampai di awal saya masuk kuliah,” kisahnya.

 

Setelah lulus SMA, Wahyu bertekad untuk menjadi orang sukses dan mengejar mimpinya. Ia merupakan siswa yang berprestasi. Dan berkat piagamnya Wahyu diterima SNPMTN jalur undangan di program studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi.

Baca Juga  Viral Pisah Sambut Kapolres Rembang Langgar PPKM, Polisi Periksa Perekam Video

 

“Selama tiga tahun saya selalu membawa kue dan dagangan ibu saya. Satu tahun terakhir sebelum masuk koas, saya beranikan membawa jualan tersebut ke dalam kelas di kampus, mulai dari kue, nasi, sosis dan minuman yang saya bawa menggunakan kotak kue,” terangnya dengan ramah.

 

Setiap hari pria 24 tahun itu selalu datang lebih pagi menggunakan motor ke kampus agar dagangannya laris manis. Hingga mulai ada satu atau dua orang temannya yang ikut membantu berjualan.

@wahyu_saputra1702

Dari SD sampai kuliah tetap bawa dan jualan kue, karena rezeki tak tau datang dari arah mana #fypシ

♬ Berkibarlah bendera negeriku – ratiiih

“Sampai akhirnya saya koas, saya masih menenteng jualan saya berupa kue dan nasi gemuk dagangan ibu saya hingga hampir selesai koas. Dan alhamdulillah, dari uang yang selalu ibu sisihkan dari penjualan untuk saya, saya mampu membeli buku, uang jajan dan biaya bensin kendaraan saya,” kenangnya.

Wahyu Lulus Kuliah Kedokteran
Anak bungsu dari tiga orang bersaudara itu juga berhasil menyelesaikan pendidikan dokter tepat waktu selama 5,5 Tahun. Wahyu yang tak kuasa menahan haru itu menuturkan jika ia bersyukur kepada kedua orangtuanya.

“Terimakasih banyak atas pengorbanan kalian yang luar biasa. Saya meminta ibu saya untuk berhenti berjualan dan biar saya yg usaha saja. Karena kesehatan beliau yang juga sudah menurun. Dan saat saya selesai dan disumpah dokter, banyak senior saya yang sudah menjadi dokter, meminta saya untuk bekerja sebagai asisten beliau di beberapa klinik menjelang saya menunggu internship,” tutur pria yang tinggal di Jambi itu.

Baca Juga  Viral Wanita Tagih Utang Sampai Salat di Depan Rumah Orang yang Berhutang

Sebagai bentuk rasa syukurnya, Wahyu dan kakaknya sedang membangun sebuah rumah panti asuhan untuk yatim piatu, fakir miskin dan kaum dhuafa, yang dibantu oleh beberapa donatur.

“Dan Insha Allah ke depannya saya akan membuka klinik dan praktek dokter yang dibayar seikhlasnya, untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Insha Allah juga dana yang dapatkan berasal dari sumbangan para donatur,” jelasnya.

Wahyu kini aktif sebagai asisten dokter di beberapa klinik mengungkapkan dulu dirinya pernah dibully karena membawa dagangan ke sekolah.

“Karena saya bawa makanan dan kerja sambil sekolah. Paling saya cuma bisa buktikan prestasi saja. Contohnya hampir di setiap perlombaan akademik yang saya ikuti, saya selalu menjadi juara. Seperti LCC, lomba pidato, debat dan beberapa duta,” ucap Wahyu yang tak menyimpan dendam dan tak mau ambil pusing.

Bagi kamu yang saat ini pernah mengalami hal yang serupa, Wahyu menyampaikan pesan. Menurutnya jangan pernah malu untuk berjuang dengan sesuatu yang halal.

“Bermimpilah, lalu bangun untuk mewujudkannya. Karena selalu ada jalan untuk yang ingin berusaha. Dan yang terpenting, jangan pernah tinggalkan doa dan mintalah restu dari kedua orang tua. Karena itulah sumber dari segala kemudahan usaha kita,” pungkasnya.

Artikel asli 

 

1 Likes

error: Mohon Untuk tidak COPAS