Jenderal Senior Kopassus Ultimatum Beking Eks Ormas Terlarang FPI

Tokoh senior militer Indonesia, Jenderal TNI (Purnawirawan) Abdullah Mahmud Hendropriyono mengeluarkan peringatan keras alias ultimatim bagi organisasi yang membekingi alias melindungi serta menampung mantan anggota ormas terlarang FPI.

Dilansir VIVA Militer, Kamis 31 Desember 2020, ultimatum Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ke-11 itu disiarkan melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam siarannya, Jenderal Tentara Nasional Indonesia yang lahir dan dibesarkan di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyatakan bahwa siapa saja orang dan organisasi yang membekingi alias melindungi para mantan anggota ormas terlarang FPI, maka bersiaplah menanti giliran untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

Baca Juga  Viral Yusuf Mansur Klaim Bayar Pajak Rp200 Juta per Hari

“Organisasi Pelindung ex FPI dan Para Provokator Tunggu Giliran,”tulis Jenderal TNI Hendropriyono.

Menurut jebolan Akademi Militer 1967 itu, saat ini rakyat Indonesia merasa lega atas kado akhir tahun berupa kebebasan dari rasa takut yang mencekam selama ini atas sepakterjang FPI.

Dengan keputusan pemerintah menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang itu, menurut Jenderal TNI Hendro, masyarakat berharap kehidupan masyarakat akan lebih tenang. Sebab sudah tak ada lagi kelompok ormas yang mengusik orang yang sedang beribadah, acara pernikahan, melarang hormat kepada bendera merah putih, merazia cafe dan merazia warung makan, toko obat serta semua kegiatan main hakim sendiri.

Baca Juga  Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Habib Rizieq, Status Tersangka Sah

“Kegiatan kriminal yang terorganisir dengan kedok agama, kini telah dihentikan pemerintah demi tegaknya hukum sekaligus disiplin sosial. Hanya dengan disiplin kita bisa mencapai stabilitas dan hanya dengan stabilitas kita dapat bekerja, untuk mencapai keamanan dan kesejahteraan bersama,” tulis mantan Panglima Kodam Jaya itu.

Baca Juga  PKS: Insya Allah Kita Pimpin Pemerintahan di 2024

Jenderal TNI Hendro menceritakan, sebenarnya pembubaran FPI sudah lama tercetus. Bahkan Presiden RI Gus Dur pernah berkeinginan membubarkan ormas yang dipimpin Rizieq Shihab itu.

“FPI yang berdiri sejak 1998 sudah menjadi keprihatinan dari masyarakat, karena sepakterjangnya. Gus Dur pada 2008 juga pernah ingin membubarkan, setelah kiprah FPI membuatnya geram selama 10 tahun,” tulis Jenderal TNI Hendro.

Jenderal TNI Hendro menjelaskan, penetapan FPI sebagai ormas terlarang melalui prosedur hukum yang kuat dengan melibatkan banyak pihak berwenang.

2 Likes

Tinggalkan Balasan