Kisah Al Quran Berusia 363 Tahun: Hilang di Laut, Lalu Kembali ke Pemilik

Sebuah Al Quran kuno berusia 363 tahun tersimpan di rumah Ridwanuddin (59). Al Quran itu ditulis tangan oleh KH TB Latifudin pada tahun 1658 di atas kulit pohon.

Al Quran tersebut tentunya menyimpan banyak sejarah dan cerita di dalamnya. Dari sejumlah kisahnya, ada satu hal yang boleh dikatakan tidak masuk akal.

Ridwanuddin menceritakan KH TB Latifudin pernah akan membawa Al Quran itu menuju Bangkalan, Madura. Ridwan merupakan keturunan ketujuh dari KH TB Latifudin, penulis asli Al Quran kuno tersebut.

Baca Juga  Viral Siswi Nonmuslim Tolak Berjilbab di Padang, Ortu Dipanggil ke Sekolah

“Saat Mbah Latifudin sampai di selat Madura tiba-tiba ada musibah angin dan ombak besar. Sehingga perahu yang ditumpangi Mbah Latifudin terbalik,” kata Ridwanuddin saat ditemui detikcom di kediamannya, Blok Pesantren, Desa Pagaraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Rabu (14/4/2021).

Al Quran yang ditulis Mbah Latifudin dinyatakan hilang akibat kejadian itu. Kemudian, Mbah Latifudin memutuskan untuk kembali ke rumahnya di Blok Pesantren, Desa Pagaraji, Majalengka.

Anehnya, Al Quran yang dinyatakan hilang di tengah lautan itu tiba-tiba muncul di rumah Mbah Latifudin. Ridwan menjelaskan kisah tersebut merupakan cerita turun-temurun dari orang tuanya.

Baca Juga  Alasan Ketua Banser Pasuruan Siap Divaksin COVID-19 Setelah Jokowi

“Akhirnya beliau memutuskan pulang lagi, nggak jadi ke Madura. Tapi begitu sampai di rumah Al Quran ini sudah ada di dalam rumah beliau. Entah betul atau tidak, ceritanya begitu,” ucap Ridwan.

Menurutnya, selain Al Quran, banyak peninggalan bersejarah lain yang usianya bahkan lebih tua. “Banyak sebenarnya ada keris, tombak, pedang, kitab-kitab. Tapi entah kemana ada yang dipinjam, ada yang rusak dan dibakar, ada yang hilang. Sisanya cuma ini saja, Al Quran ini,” ucap Ridwan.

Baca Juga  Ulama UEA Izinkan Penggunaan Vaksin Corona Mengandung Babi

Al Quran sepanjang 40 sentimeter dan lebar 30 sentimeter itu disimpan dan dirawat Ridwan di rumahnya. Al Quran dibungkus menggunakan kain serta kamper.

Kondisi mushaf terlihat usang. Kertas yang terbuat dari kulit pohon sudah menguning dan kusut di bagian ujung-ujungnya. Namun tulisan tangan yang ada pada Al Quran kuno ini masih terlihat bagus dan jelas.

Artikel asli detik

3 Likes

Tinggalkan Balasan