MallGede Entertainment Komnas Perempuan: Gisel adalah Korban, Polisi Harusnya Tangkap Penyebar Video

Komnas Perempuan: Gisel adalah Korban, Polisi Harusnya Tangkap Penyebar Video

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi menilai tidak tepat langkah polisi menetapkan artis Gisella Anastasia sebagai tersangka penyebaran kasus video p#rn0. Ia justru menilai Gisel adalah korban dari penyebaran konten pribadi miliknya.

“GA dan MYD merekam hubungan s3ksu4l itu kan tidak untuk kepentingan industri p#rn0grafi atau disebarluaskan. Jadi GA dan MYD adalah korban dari penyebaran konten pribadi mereka,” ujar Siti kepada kepada Kompas.com, Rabu (30/12/2020).

“GA dan MYD adalah korban dari penyebaran konten ini yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum,” ujar dia.

Baca Juga  Gisel Bicara Cinta dan [email protected], Michael Yukinobu Defretes Minta Maaf

Siti merujuk pada pada penjelasan 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 44 tentang P#rn0grafi. Dalam ketentuan itu disebutkan bahwa pihak yang membuat konten p#rn0grafi tidak dapat dipidana apabila dilakukan untuk kepentingan sendiri.

“Apa yang dilakukan GA dan MYD adalah wilayah privat yang tidak boleh diintervensi oleh negara. UU P#rn0grafi sendiri tegas menyatakan untuk kepentingan sendiri tidak masuk dalam kategori UU P#rn0grafi,” kata Siti.

Baca Juga  Sosok Yael Shelbia, Wanita Tercantik di Dunia Tahun 2020

Daripada menjerat Gisel dan MYD, Siti menyarankan polisi untuk fokus mengejar orang yang pertama kali menyebarkan video tersebut ke publik.

“Seharusnya, kepolisian segera menangkap dan menahan pihak yang menyebarkan video tersebut, karena penyebaran inilah yang menyebabkan konten pribadi dapat diakses oleh publik,” ucap dia.

Gisel dan MYD ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran video p#rn0, Selasa (29/12/2020).

Pihak kepolisian menjelaskan, penetapan tersebut dilakukan setelah dua kali gelar perkara dan pemeriksaan keduanya sebagai saksi.

Baca Juga  Sebelum Meninggal, Rina Gunawan Diketahui Positif Covid-19

Baik Gisel maupun MYD mengaku sebagai pemeran dalam video yang viral pada awal November 2020 lalu.

Mereka mengaku membuat video itu pada 2017 hanya untuk kepentingan pribadi. Baik Gisel maupun Michael disangkakan pasal berlapis tentang UU P#rn0grafi, yakni Pasal 4 Ayat 1 jo Pasal 29 atau Pasal 8.

Namun, di sisi lain, polisi belum mengungkap pelaku yang pertama kali menyebarkan video tersebut.

 

Artikel asli kompas

3 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *