MallGede Business Korban Koperasi Syariah 212 Mart Diming-imingi Kemajuan Umat

Korban Koperasi Syariah 212 Mart Diming-imingi Kemajuan Umat

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Lentera Borneo mengatakan anggota Komunitas Koperasi syariah 212 Mart di Samarinda merasa dirugikan. Mereka awalnya diiming-imingi bisnis untuk kemajuan umat, tapi kini ditinggal pergi pengurus koperasi.

Belum ada keterangan dari pengelola atau pengurus Koperasi 212 Mart terkait dugaan penipuan kasus investasi ini. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pengelola.

Koperasi itu mulai diwacanakan di Samarinda sejak 2018. Saat itu, sebagian nasabah diajak berinvestasi dan menghimpun dana di koperasi syariah untuk mendirikan unit usaha yang dinamakan 212 mart.

Baca Juga  Siap-siap Tarif Listrik Naik, Ini Simulasi Tagihan Per Bulan

“Waktu itu iming-imingnya adalah untuk kemajuan umat, jadi para korban ini tertarik, selain itu nilai investasi terjangkau antara Rp500 ribu sampai dengan Rp20 juta,” kata Kuasa Hukum LKBH Lentera Borneo I Kadek Indra Kusuma Wardana kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Rabu (5/5).

LKBH Lentera sendiri tengah menjadi kuasa hukum bagi sekitar 30 orang korban dari investasi ilegal di komunitas koperasi syariah ini. Mereka tengah melaporkan kerugiannya ke Polres Samarinda.

Kadek menerangkan uang investasi awal tersebut kemudian berhasil mendirikan tiga gerai 212 Mart di Kota Samarinda. Sejumlah investor pun berani menanamkan modalnya.

Baca Juga  Sri Mulyani: Kalau Mau Beli Mobil Sekarang!

Namun sekitar akhir November 2020 muncul sejumlah permasalahan keuangan. Beberapa di antaranya, tagihan dari supplier, gaji karyawan hingga sewa tempat yang tak terbayarkan.

“Sehingga timbul pertanyaan dan bagi hasil yang dijanjikan itu ada sebagian kecil yang memang terealisasi tapi dengan nilai bervariasi, yang saya tahu itu yang paling besar dijanjikan 30 persen itu sama sekali tidak ada realisasinya,” tambahnya.

Hal tersebut membuat para nasabah di koperasi ini meminta kepastian akan uang yang selama ini disetorkan. Menurut Kadek, pengurus koperasi tidak dapat memberikan jawaban pasti akan keuntungan yang dijanjikan itu.

Baca Juga  Satu Keluarga Bisa Dapat BLT PKH Rp 10,8 Juta, Ini Syaratnya

Bahkan, lanjut Kadek, beberapa pengurus koperasi 212 Mart itu sudah tidak diketahui keberadaannya dan tidak dapat dihubungi.

“Ngakunya pulang kampung tapi tidak bisa dihubungi sampai dengan hari ini,” tambahnya.

Atas dasar itulah, maka LKBH Lentera Borneo melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Mereka menduga keberadaan Koperasi Syariah 212 tersebut ilegal.

0 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan