Lab Kimia Farma di Kualanamu Juga Diduga Buat Hasil Antigen Tanpa Tes

Polisi telah menetapkan lima eks pegawai Kimia Farma menjadi tersangka kasus alat tes antigen bekas. Selain itu, para eks pegawai tersebut juga diduga menerbitkan hasil tes antigen Corona tanpa melewati pemeriksaan alias tanpa tes.
Hal itu terungkap dari tanya jawab Kapolda Sumut Irjen Panca Putra dengan sejumlah petugas laboratorium yang dikelola Kimia Farma di Kualanamu saat konferensi pers, Kamis (29/4/2021). Para petugas ini masih menjadi saksi.

Panca awalnya bertanya bagaimana cara membedakan alat tes antigen bekas dengan yang baru. Salah satu saksi kemudian menjelaskan kalau alat tes antigen bekas ditandai dengan adanya steples dan double tip pada bungkusnya. Sementara bungkus alat tes antigen yang baru masih disegel.

Baca Juga  Iuran BPJS Kesehatan Naik Per 1 Januari 2021, Berikut Rincian Biaya Kelas I, II, dan III

Stik tes antigen bekas itu diantar kurir yang telah menjadi tersangka ke laboratoium di Kualanamu. Cotton buds swab antigen bekas itu telah dicuci dengan alkohol lebih dulu, dikemas, lalu dipakai lagi ke pasien lain. Petugas itu juga mengaku cotton buds yang baru hanya dipakai jika stok cotton buds bekas habis.

Baca Juga  Perawat RS SIloam Sudah Peringatkan Jangan Digendong Anaknya, Nanti Berdarah

Panca kemudian bertanya apakah mereka pernah membuat hasil tes antigen tanpa diperiksa atau tidak. Salah satu pegawai lain yang jadi saksi mengakui hal itu pernah terjadi.

“Ada nggak yang cuma dicolok aja terus tidak diperiksa?” tanya Panca.

“Pernah,” ucap salah satu pegawai.

Pegawai itu mengaku awalnya bekerja sesuai aturan. Namun, dia diminta salah satu pegawai yang jadi tersangka untuk mengabaikan aturan.

Menurut saksi, salah satu tersangka langsung menerbitkan hasil tes negatif meski sampel swab tidak diperiksa. Hal itu kerap terjadi jika kondisi calon penumpang yang ingin tes antigen sedang ramai.

Baca Juga  Antigen Bekas Didaur Ulang di Kantor Kimia Farma Medan

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka ialah eks BM (Business Manager) Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan, PM (45), mantan Kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20), mantan Pekerja bagian Admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30), dan mantan Pekerja bagian Admin hasil Swab, R (21).

1 Likes

Tinggalkan Balasan