Mahfud Md Sarankan Menteri yang Korupsi di Tengah Bencana Dihukum Mati

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md menyarankan agar para menteri yang melakukan tindak pidana korupsi saat bencana pandemi Covid-19 seperti saat ini diancam dengan hukuman mati.

“Saya berpendapat bisa dengan hukuman mati dan saya menyarankan agar menteri-menteri yang korupsi itu tuh diancam dengan hukuman mati, dituntut dengan hukuman mati,” kata Mahfud dalam acara webinar Dewan Pakar KAHMI, Senin (28/12/2020).

Baca Juga  RI Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa soal Larangan Ekspor Nikel

Kendati begitu, Mahfud menyebut jika mengacu pada pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), para menteri yang diduga korupsi tak bisa diancam hukuman mati lantaran tak merugikan keuangan negara.

Mahfud mengaku sebelumnya telah mengatakan hal yang serupa. Namun ia merasa pernyataan dipelintir seakan-akan tak mendukung ancaman hukuman mati bagi koruptor yang melakukan korupsi di tengah bencana.

Baca Juga  Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

“Itu kan saya ngutip KPK, lalu itu dikatakan dari saya. Nyebar ke mana-mana, saya sih nggak rugi saya hanya ingin mengatakan betapa sekarang ini hoaks itu sengaja dibuat begitu rupa,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bicara soal potensi ancaman hukuman mati terhadap Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara. Juliari merupakan tersangka kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga  Ustaz Adi Hidayat Salurkan Rp 14,3 Miliar untuk Palestina Lewat MUI

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, ancaman hukuman mati bisa diberikan kepada Mensos Juliari Batubara sesuai dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi (Tipikor).

“Hukuman mati memang diatur di UU (Tipikor) Pasal 2,” ujar komisioner yang akrab disapa Alex di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2020).

 

Artikel asli liputan6

1 Likes

Tinggalkan Balasan