Matahari Buatan Korea Selatan Menyala Lebih Lama, Catat Rekor Dunia Baru

Matahari Buatan milik Korea Selatan berhasil mencatat rekor dunia tertinggi dengan mempertahankan plasma bersuhu tingginya selama 20 detik.

Perangkat fusi superkonduktor atau matahari buatan ini dikembangkan Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR) dengan studi bersama Seoul National University dan Columbia University Amerika Serikat.

Waktu 20 detik ini memecahkan rekor pengoperasian yang dicatatkan KSTAR tahun lalu yaitu 8 detik.

Baca Juga  Bernilai Miliaran Rupiah, Besi Rel Dua Jembatan KA Banjar-Cijulang Raib

Dengan durasi ini, matahari buatan Korsel ini berhasil menyala lebih lama dari matahari buatan China yang berhasil menyala pada awal desember lalu.

Dilansir dari Kompas.com, di tahun 2018 matahari buatan milik KSTAR ini mencapai suhu 100 juta derajat celcius untuk pertama kalinya namun hanya bisa bertahan selama 1,5 detik

Si Woo Yoon Direktur Pusat Penelitian KSTAR jelaskan, teknologi yang dibutuhkan untuk operasi jangka panjngg 100 juta plasma adalah kunci realisasi energi fusi.

Baca Juga  Kominfo Kemungkinan Mengabulkan Permohonan Blokir PUBG, Free Fire, dan Mobile Legends

“Dan keberhasilan KSTAR dalam mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik akan menjadi titik balik penting dalam percobaan operasi plasma berkinerja tinggi, komponen penting dari reaktor fusi nuklir komersial di masa depan,” jelas dia.

Baca Juga  'Yamaha R6' Made In China Dijual Rp 55 Jutaan

Tujuan akhir dari matahari buatan KSTAR ini diharapkan dapat berhasil melakukan operasi plasma berkelanjutan selama 300 detik dengan suhu ion lebih tinggi dari 100 uta derajat Celcius.

Energi fusi nuklin sendiri sudah lama diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan energi yang secara teori hidrogen dari air laut dapat digunakan seabgai bahan bakar.

Artikel asli kompas

9 Likes

Tinggalkan Balasan