Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Keluarga Wiyanto Halim meminta keadilan atas meninggalnya kakek 89 tahun tersebut akibat dikeroyok massa karena dituduh mencuri kendaraan.

Anak korban, Bryna, mengaku tak terima sang ayah meninggal dalam keadaan mengenaskan.

Dengan suara bergetar menahan tangis, Bryna menyampaikan hal tersebut di hadapan awak media.

“Saya dari keluarga tidak menerima papa meninggal dalam keadaan mengenaskan kayak gini. Kami minta keadilan,” ujar Bryna salam konferensi pers di rumah duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, Senin.

Bryna pun berharap kasus meninggalnya sang ayah bisa diusut hingga tuntas.

Baca Juga  Saksi Kunci Kasus Suap Edhy Prabowo Meninggal Dunia

 

Dia juga meminta seluruh pihak, termasuk media, untuk mengawal kasus tersebut.

 

“Kalau sudah meninggal gitu, kamu dapat apa? Bagaimana cara mengusut tuntas ini? Saya minta dengan bantuan untuk mem-blow up ini sampai ke pemerintah. Bantu saya mengusut semuanya,” ujar Bryna.

 

Bryna mengatakan, saat akan pergi, ayahnya tidak izin kepada keluarga.

 

Sebab, kata dia, biasanya sang ayah hanya pergi sebentar ke suatu tempat untuk mengurus sesuatu, kemudian pulang.

Baca Juga  Sebelum Lepas Landas, Indah Kirim Foto Sayap Sriwijaya Air yang Hilang Kontak dan Bilang "Doakan Ya"

 

“Atau enggak, biasanya pergi beli apa, pulang. Enggak sampai yang malam begini. Beliau enggak pernah keluar malam,” kata dia.

 

Sebelumnya, kuasa kukum keluarga korban, Freddy Yohannes Patty, mengatakan bahwa almarhum Wiyanto Halim biasanya selalu diantar sopir saat bepergian.

 

Namun, pada kejadian nahas tersebut, sang sopir sedang cuti.

 

“Tanpa sepengetahuan kami dia bawa mobil. Keluarga memang sudah sering mengingatkan, tapi tanpa sepengetahuan keluarga dia sering bawa sendiri ketika sopir tidak ada,” kata Freddy.

Baca Juga  Ini Penampakan Munarman Saat Ditangkap Densus 88

Diberitakan sebelumnya, seorang pria lanjut usia tewas seusai dikeroyok massa di Jalan Pulokambing, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022) dini hari.

 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan, mobil yang dikendarai korban sempat menyenggol pengendara motor.

 

Korban kemudian diteriaki maling sehingga warga berbondong-bondong mengejar mobil korban dan menghakiminya setelah laju kendaraannya terhenti.

 

“Informasinya korban sempat nabrak pemotor. Jadi diprovokasiin maling oleh pemotor yang mengejar,” ujar Muqaffi, Minggu.

1 Likes

error: Mohon Untuk tidak COPAS