MallGede News Menangis di Polres Cianjur, Ini Alasan Pelaku Nekat Membakar Indah Diani hingga Meninggal

Menangis di Polres Cianjur, Ini Alasan Pelaku Nekat Membakar Indah Diani hingga Meninggal

Hanya isak tangis yang terdengar dari mulut DI, pria yang tega membakar Indah Diani kekasihnya sendiri. Ia melakukan itu karena cemburu buta yang merasuki pikirannya, kini penyesalan tinggal penyesalan.

DI dengan tega membakar Indah di Kampung Kertajadi, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Tindakan itu membuat Indah mengalami luka bakar hingga 60 persen.

Saat itu, korban langsung dibawa ke Puskesmas Cidaun. Namun, karena lukanya yang parah dan tidak tertolong, Indah meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada Selasa (11/5/2021).

Baca Juga  Viral Semprot Pembasmi Serangga ke Mulut, Ki Galang Pamungkas Meninggal Serangan Jantung

Awalnya DI yang memiliki julukan Bentar ini bersikap biasa saja ketika hadir dalam konferensi pers. Namun, ketika ditanya soal meninggalnya Indah, tangisnya pun pecah.

“Saya menyesal,” kata dia lirih diikuti isak tangis

Pria berkepala pelontos ini tak henti-hentinya menangis ketika Kapolres Cianjur, AKBP Mochammad Rifai membacakan kronologis dari tindakan yang dilakukannya. Naas, DI terancam hukuman penjara seumur hidup.

Baca Juga  Viral Yusuf Mansur Klaim Bayar Pajak Rp200 Juta per Hari

“Saya cemburu lihat dia sama orang lain,” ujar DI yang hanya bisa menangis menyesali perbuatannya.

Dengan mengenakan baju oranye, DI mencoba menjawab satu persatu pertanyaan wartawan. DI mengaku tindakannya adalah spontanitas.

“Spontan aja saya melakukannya langsung menyuruh anak-anak (teman-temannya) membeli bensin,” kata dia.

Namun, lebih dari pada itu, DI mengaku sudah berencana akan menikah dengan Indah Diani usai Hari Raya Idul Fitri. Namun, rencananya itu sirna sudah.

Baca Juga  Sebelum Lepas Landas, Indah Kirim Foto Sayap Sriwijaya Air yang Hilang Kontak dan Bilang "Doakan Ya"

“Mau nikah rencananya abis lebaran tahun ini,” ungkap dia.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochammad Rifai menyebut, kondisi korban sempat menurun sebelum meninggal. Luka bakar yang diderita korban sangat minim untuk ditolong.

“Iya, korban sempat drop dulu kondisinya, baru meninggal dini hari tadi. Korban juga sudah dimakamkan pagi tadi jam 9,” singkatnya.

Artikel asli cianjur today

0 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan