Mengejutkan, Erdogan Ternyata Ingin Turki Jalin Hubungan Baik dengan Israel

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dan mengejutkan.

Meski kerap menempatkan diri sebagai seteru, Erdogan mengaku ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan Israel.

Selain itu dia menginginkan agar pembicaraan kedua negara pada level inteljen bisa terus dilakukan.

Meski begitu, dia tetap menganggap kebijakan Israel terhadap Palestina tak bisa diterima.

“Kebijakan mengenai Palestina adalah garis merah kami. Sangat tak mungkin bagi kami menerima kebijakan Israel terkait Palestina. Aksi tanpa ampun mereka tak bisa diterima,” ujar Erdogan dikutip dari Al-Jazeera.

Baca Juga  Habib Rizieq Ikut Uji Disertasi S3 dari Rutan, Kini Bergelar PhD

“Jika taka da masalah di level atas, hubungan kami mungkin bisa sangat berbeda. Kami ingin mengembalikan hubungan kami di titik yang lebih baik,” tambahnya.

Turki sendiri sebenarnya menjadi negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel pada 1949.

Baca Juga  Kakek 83 Tahun Gantung Diri, Tinggalkan Surat untuk Warga dan Wasiat kepada Anak

Namun, hubungan baik mereka terhenti setelah Erdogan berkuasa di negara yang terletak pada perbatasan Eropa dan Asia tersebut.

Pada beberapa tahun terakhir, Ankara berulang kali mengutuk pendudukan Israel terhadap Tepi Barat dan perlakukan mereka kepada Palestina.

Hubungan Turki dengan Israel sempat memburuk pada 2010, setelah aktivis Turki pro-Palestina dibunuh oleh pasukan Israel saat mencoba mengirimkan bantuan dan merusak blokade martim Israel di Gaza.

Baca Juga  Menag Yaqut Larang Takbir Keliling di Malam Idul Fitri

Hubungan sempat membaik pada 2016, namun kembali memburuk pada 2018.

Kala itu, Turki memutuskan menarik perwakilannya setelah serangan mematikan terhadap demonstran Palestina yang protes atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Kala itu, Trump memutuskan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

 

Artikel asli detik

2 Likes

Tinggalkan Balasan