Minta Suara Adzan Dikecilkan, Mad Romli Akhirnya Minta Maaf

Mad Romli akhirnya minta maaf. Dia mengaku khilaf dan keliru, karena aksinya meminta pengurus masjid mengecilkan volume suara adzan. Aksi itu pin menjadi viral di media sosial (medsos).

Melalui video, dia menyatakan permintaan maafnya secara terbuka. Dia mengaku, melakukan aksi itu bukan karena suruhan dari orang lain. Apalagi dari golongan etnis tertentu, warga Perumahan Cluster Illago.

“Saya atas nama Mad Romli, asli Tangerang, Curug Sangereng, RT02/06, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Saya meminta maaf, atas kekeliruan dan kesalahan saya,” kata dia, dikutip dari video itu, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga  Anak Pemenggal Kepala Ayah di Lampung Tewas Bunuh Diri

Saat itu, dirinya mendatangi DKM Majid Jami Al Fudollah untuk meminta mengecilkan suara speaker masjid, karena dinilai terlalu kencang, sehingga terdengar mengganggu.

“Saya meminta maaf, atas kekeliruan dan kesalahan saya menyuruh DKM Masjid Jami Al Fudollah untuk mengecilkan suara speaker. Saya di sini, melakukan atas inisiatif saya sendiri, tidak disuruh orang lain,” paparnya.

Baca juga: Kronologi Warga Protes Keberisikan Suara Adzan yang Nyaris Diamuk Massa

Baca Juga  Terungkap! 46 Siswi Nonmuslim di SMK 2 Padang Pakai Hijab, Kecuali Jeni Hia

Menurutnya, berita yang tersiar dan viral di medsos keliru, karena menuduhnya melakukan tindakan itu akibat disuruh orang dari etnis tertentu di Perumahan Cluster Illago. Romli pun dinilai telah pasang badan.

“Saya melakukan atas inisiatif saya sendiri, tidak disuruh orang lain seperti yang beredar di sosial media yang katanya disuruh orang atau siapapun, sama sekali itu tidak benar. Sekali lagi saya minta maaf,” jelasnya.

Permohonan maaf itu, pertama sekali dituju kepada seluruh warga Curug Sangereng, maupun tiga pilar. Dirinya pun berjanji akan lebih berhati-hati dan bijak, terutama dalam bertutur kata dan melakukan tindakan.

Baca Juga  Polri Sebut Penyakit yang Diderita Maaher At-Thuwailibi Sensitif

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Dua AKP Fredy Yudha Satria berharap, ke depan warga bisa lebih bijak dalam bertindak. Peristiwa ini pun diharap tidak terulang lagi di Tangerang.

“Intinya salah paham dan sudah mediasi dan buat permohonan maaf. Salah paham. Sudah klarifikasi juga, sudah dipertemukan kedua pihak. Semoga makin bijak menggunakan medsos dan dalam bertindak,” pungkasnya.

Artikel asli okezone

1 Likes

Tinggalkan Balasan