MRS Persilakan Pemerintah Ambil Pesantren Megamendung, Tapi Bayar Dulu

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mempersilakan bila pemerintah akan mengambil pesantren Maraz Syariah yang dia kelola. Namun Rizieq mengingatkan kepada pemerintah untuk membayar ganti rugi.

“Kami sampaikan ke pemerintah. Kalau memang mau ambil silakan. Kalau merasa ini tanah negara. Tapi tolong kembalikan uang yang sudah saya keluarkan. Ada hitung-hitungannya,” kata Rizieq dalam tayangan video yang diunggah Front TV, ketika berkunjung ke Megamendung November lalu.

Menurut Rizieq, pesantren dan tanah yang dia tempati dibangun dengan menggunakan berbagai material yang dia beli.

Baca Juga  Warga Korban Gempa Majene Butuh Secepatnya Bantuan Alat Berat

Bahkan, tanahnya pun dia beli dari para petani dan sudah dilaporkan ke RT, RW, lurah, Kecamatan sampai gubernur. “Saya beli pakai uang, bukan pakai daun,” katanya.

Dan bila pemerintah mau membayar ganti rugi, kata Rizieq, maka uang yang dia dapat akan digunakan untuk membangun pesantren lagi di tempat lain.

Sebaliknya, bila ada pihak-pihak yang mau mengusir dia dan pesantren Markaz Syariah, Rizieq berjanji akan mempertahankannya. “Kalau ada yang mengusir dari Markaz, kami akan pertahankan. Karena ini milik ummat Islam,” ujarnya.

Baca Juga  Preman Tanjung Priok Pemalak Sopir Ternyata Satpam hingga Karyawan

Rizieq juga mengajak kepada para hadirin agar jangan diam ketika ada pihak yang mau mengambil tanah dengan cara seenaknya. “Jangan diam kalau tanah Anda diambil,” kata Rizieq kepada warga yang hadir bersamanya.

Rizieq berkisah, upaya paksa mengusir pesantrennya sudah berlangsung sejak 2017 silam dengan berbagai cara. “Ada oknum Polda yang datang ke PTPN (PT Perkebunan Nusantara) supaya buat laporan Rizieq merampas. Tapi PTPN tidak mau,” kisahnya.

Gagal dengan cara pertama, kata Rizieq, ditempuh cara kedua yaitu mengumpulkan orang-orang dengan membawa mafia tanah, agar membuat laporan seolah Rizieq merampas tanah. Ketika datang ke warga, warga menolak menuntut. “Warga bilang ke polisi, yang menipu bukan Habib Rizieq tapi yang melaporkan itu,” katanya.

Baca Juga  KRONOLOGI Aipda Roni Rudapaksa dan Bunuh 2 Gadis, Istri Tahu Perbuatannya, tapi Diancam

Rizieq mengingatkan kepada siapapun agar jangan membuat gaduh. “Saya pulang bukan buat gaduh. Saya bikin pesantren bukan bikin gaduh,” ujarnya.

Sebelumnya, Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah, Megamendung, Jawa Barat pimpinan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab disomasi oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

1 Likes

Tinggalkan Balasan