Ortu Putuskan Siswi SMA Bengkulu Hina Palestina Pindah Sekolah

Siswi SMA di Bengkulu dikeluarkan (drop out) dari sekolah karena video menghina Palestina yang videonya viral di media sosial (medsos). Orang tua siswi tersebut mengambil langkah serupa.

Sang ibu, Manupak Simbolon, mengatakan akan memindahkan anaknya ke sekolah lain agar aman dan tak terganggu psikologisnya dalam melanjutkan proses belajar.

“Kami memang sengaja memindahkan anak kami dari sekolah lama agar bisa melupakan kejadian tersebut dan bisa menjadi lebih baik lagi,” kata Manupak kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Dia mengatakan telah meminta maaf atas video yang dibuat anaknya. Dia mengatakan akan mengawasi anaknya agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga  Dikira Sepi Saat Lebaran, Becak Ini Nekat Masuk Tol Surabaya-Gresik, Berakhir dengan Peringatan

“Semoga di sekolah baru nanti anak kami bisa memulai sekolah baru dan tidak mengingat lagi apa yang telah terjadi, dan sekali lagi atas nama keluarga kami meminta maaf atas apa yang telah terjadi,” tutup Manupak.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Provinsi Bengkulu menegaskan siswi tersebut masih bisa melanjutkan proses belajar di sekolah berbeda.

Kepala Disdikbud Bengkulu, Eri Julian Hidayat, mengatakan siswi tersebut dipindahkan ke sekolah lain agar proses belajarnya tidak terganggu.

Baca Juga  Cerita Anggota TNI Selamatkan Warga ke RS tapi Dikepung Debt Collector di Jakut

“Kita tidak mencabut hak siswi tersebut untuk tetap sekolah, namun sekolahnya tidak ditempat yang lama, ML bisa pindah ke mana sekolah yang mau menerimanya,” kata Eri Julian secara terpisah.

“ML bisa sekolah di mana saja, ini demi kebaikan ML dan orang tuanya juga setuju ML pindah ke sekolah lain,” tambahnya.

Dia mengimbau semua pelajar lebih bijak menggunakan medsos.

Video siswi itu viral hingga kemudian banyak pihak yang mengecam video tersebut. Dalam video singkat, siswi tersebut mengumpat Palestina dengan sebutan nama hewan dan mendukung atas penyerangan yang terjadi ke negara tersebut.

Baca Juga  SiCepat Ekspress Tolak Mediasi Usai Kurirnya Diancam Senjata Tajam dan Trauma

Tak lama kemudian, siswi tersebut membuat video klarifikasi atas viralnya video dirinya yang menghina Palestina. Dia juga menyampaikan permintaan maaf.

“Saya memohon maaf kepada negara Palestina dan bangsa atas unggahan pernyataan saya di TikTok, saya berjanji akan siap menerima semua risiko atas perbuatan saya, sekali lagi saya mohon maaf,” kata siswi tersebut setelah melakukan mediasi di Polres Bengkulu Tengah, Selasa (18/5).

0 Likes

Tinggalkan Balasan