Pakar: Berstatus Ormas Terlarang, Rekening FPI Sah Diblokir Aparat

Rekening bank milik Ormas Front Pembela Islam (FPI) disebut-sebut telah diblokir oleh pihak berwajib. Pemblokiran dilakukan tidak lama setelah Ormas pimpinan Rizieq Syihab itu dinyatakan terlarang oleh pemerintah.

Pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji, menjelaskan, setelah dinyatakan sebagai Ormas terlarang, penegak hukum memang memiliki wewenang upaya paksa (dwang middelen atau coercive force). Termasuk wewenang memblokir rekening milik FPI.

Baca Juga  Anies Baswedan Ditantang Gelontorkan Dana 1 Triliun Buat Reboisasi Kawasan Hutan Bogor

“Memang dalam rangka pelaksanaan upaya paksa yang pro justitia, penegak hukum memiliki wewenang upaya paksa tersebut, termasuk pemblokiran rekening FPI, terlepas legalitas legal standing-nya,” kata Indriyanto, di Jakarta, Minggu (3/12/2021).

Menurut Indriyanto, di dalam upaya paksa dimaksud penekanannya adalah tindakan hukum pemblokiran, bukan subjek standing-nya. Mengingat, pemblokiran rekening juga tentunya bisa disebut salah satu upaya tindakan hukum kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga  Australia Minta RI Jamin Pembebasan Ba'asyir Tak Picu Teror

Selama ini, banyak pihak yang mempertanyakan darimana ormas FPI mendapatkan dana untuk menggelar seluruh kegiatannya. Termasuk, ketika menggelar aksi-aksi demo yang sering dilakukan.

Baca Juga  KPK: Selama Tak Lihat Jenazah dan Makamnya, Kami Yakin Harun Masiku Masih Hidup

Bahkan, tudingan yang sama juga menyasar kepada Imam Besar FPI, Rizieq Syihab ketika berada di Arab Saudi selama bertahun-tahun. Diyakini ada kelompok atau aktor yang selama ini memang menjadi donatur pergerakan FPI di Indonesia.

3 Likes

Tinggalkan Balasan