Niat Lamar Kerja, Wanita di Batam di Tangkap Setelah Ketahuan Palsukan Surat Tes Antigen

Polisi menangkap seorang wanita berinisial DS di Batam, Kepulauan Riau.

Wanita berusia 36 tahun tersebut diamankan karena memalsukan surat tes swab antigen untuk keperluan melamar kerja.

“Sabtu sekitar pukul 11.45 WIB diamankan seorang pelaku di Diamond DC Mal, Lubuk Baja. Identitas pelaku yang kami amankan adalah Inisial DS,” terang Kasubbid Multimedia Bidang Humas Polda Kepri, AKBP Surya Iswandar, didampingi Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu Darma Ardiyaniki, Senin (28/6/2021).

Surya mengatakan pelaku adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan. Untuk modus pemalsuan, yaitu pakai kop dan cap stempel salah satu klinik kesehatan.

Baca Juga  MUI: Vaksin COVID-19 Sinovac Suci dan Halal

Surat palsu itu rencananya dipakai untuk melamar kerja. Namun pihak perusahaan melihat ada kejanggalan dan melaporkan kepada kepolisian.

“Pelaku membuat surat rapid test antigen palsu dengan menggunakan kop dan cap stempel salah satu klinik kesehatan di Kota Batam. Surat sebagai persyaratan pelamar kerja,” katanya.

Selanjutnya tim melakukan pengembangan hingga dapat mengamankan pelaku DS yang membuat surat rapid test antigen palsu.

Baca Juga  Penyesalan Pria yang Tak Percaya Corona-Siap Sentuh Mayat Positif, Istri Hamil

Selain itu, ada barang bukti berupa perangkat kantor yang digunakan untuk mencetak surat rapid test antigen palsu.

Tercatat pelaku telah membuat surat rapid test antigen palsu sebanyak 20 lembar. Itu seluruhnya digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak Maret hingga Juni 2021.

“Barang bukti yang diamankan adalah satu unit laptop, dua buah cap stempel klinik dan dokter. Termasuk empat lembar surat rapid test antigen yang diduga palsu dan 1 lembar surat rapid test antigen asli dari klinik yang dipalsukan,” katanya.

Baca Juga  Aa Gym Positif Terinfeksi COVID-19

Sementara itu, Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu Darma mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku bertindak sendirian. Untuk korban dirugikan adalah dari pihak klinik.

“Dari hasil penyelidikan bahwa pelaku ini melakukan perbuatannya sendirian tanpa bantuan orang lain dan pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah satu klinik di Kota Batam. Untuk korban yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut,” kata Darma.

 

Artikel asli detik

1 Likes