Perempuan Majalengka Campur Bumbu Sate dengan Kalium Sianida

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria memastikan racun tercampur pada bumbu sate yang dikonsumsi dan menewaskan Naba Faiz (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Minggu (24/4) lalu, berjenis kalium sianida.

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, racun yang digunakan meracun makanan berupa kalium sianida atau KCN,” kata Burkan saat sesi konferensi pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5).

Kata Burkan, barang tersebut diperoleh tersangka NA (25) melalui belanja online. Racun jenis padat ini dipesan jauh sebelum peristiwa ini.

“Dapat kita simpulkan peristiwa ini sudah dirancang beberapa hari atau minggu sebelumnya, karena waktu pemesanan KCN ini,” papar Burkan.

Baca Juga  Jokowi: Ini Saya Ulang-ulang Terus, Tak Ada Potongan Bansos

Oleh karenanya, NA dikenakan Pasal 340tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman pidana mati, atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

“Saat ini tersangka kami tahan di Polres Bantul,” pungkasnya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi menambahkan, kalium sianida ini didapat tersangka NA melalui Shopee. Dipesan sekitar akhir Maret 2021 sebanyak 250 gram.

“Harganya Rp200 ribu,” kata Wachyu pada kesempatan yang sama.

Baca Juga  KRONOLOGI Aipda Roni Rudapaksa dan Bunuh 2 Gadis, Istri Tahu Perbuatannya, tapi Diancam

NA merupakan perempuan asal Majalengka, Jawa Barat. Dia diringkus di kediamannya, Potorono, Banguntapan, Bantul pada Jumat (30/4) lalu usai diduga terlibat dalam kasus kematian Naba Faiz, Minggu (24/4) silam.

Naba Faiz, warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY  meninggal dunia usai mengonsumsi sate beserta bumbu yang dibawa oleh ayahnya, Bandiman, Minggu (25/4).

Sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi ojol itu memperoleh makanan tersebut dari seseorang bernama Tomi di Kasihan, Bantul, yang menolak kiriman sate bumbu tersebut.

Tomi yang berada di luar kota meminta agar sate tersebut diberikan kepada Bandiman melalui istrinya yang sedang di rumah.

Baca Juga  Wapres: Bahasa Arab adalah Bahasa yang Mengakar dalam Sejarah Peradaban Manusia

Bandiman sendiri sebelumnya diminta mengirimkan paket itu dari seorang perempuan tak dikenal yang ditemuinya di salah satu masjid sekitaran Stadion Mandala Krida, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu. Si perempuan memesan jasa pengiriman secara manual atau tanpa melalui aplikasi.

Perempuan misterius tersebut juga sempat menyampaikan kepada Bandiman, bahwa paket itu merupakan makanan takjil. Sosok pengirimnya, menurut sang perempuan, adalah ‘Hamid dari Pakualaman’.

1 Likes

Tinggalkan Balasan