MallGede Technology Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Berumur 26 Tahun

Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Berumur 26 Tahun

Kabar duka kembali melanda Indonesia di awal tahun 2021 lewat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak. Umurnya sendiri sudah 26 tahun.

Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Dipantau dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak sebelum akhirnya tim khusus menemukan serpihan pesawatnya di dekat Pulau Laki di Kepulauan Seribu Sabtu sore ini (9/1).

Baca Juga  Jokowi: Saya Pantau Pencarian Sriwijaya Air SJ-182

Diketahui, pesawat tersebut merupakan jenis Boeing 737-500 klasik dengan nomor registrasi PK-CLC. Ditelusuri detikTravel dari situs Planespotter, Sabtu (9/1/2021), pesawat itu diketahui telah berumur 26 tahun dan 7 bulan.

Dibuat di Renton, Amerika Serikat, penerbangan perdana pesawat itu terjadi pada 13 Mei 1994. Setelah itu, pesawat tersebut sempat dipergunakan oleh dua maskapai lain sebelum akhirnya dibeli oleh pihak Sriwijaya di 15 Mei tahun 2012 silam.

Baca Juga  Guru PPKn SMKN 3 Pontianak Jadi Korban Jatuh Pesawat Sriwijaya SJ-182

Untuk informasi, B737-500 adalah seri klasik berjangkau pendek dan berbadan sempit. Tahun pertama produksinya yakni 1984-2000 atau sudah tidak diproduksi lagi.

Di Amerika sendiri, keamanan dari pesawat jenis Boeing 737-500 klasik sempat dipertanyakan. Khususnya setelah banyak yang diparkir dengan waktu cukup lama akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga  Tim Penyelam Kopaska TNI AL Sebut Sriwijaya Air SJ 182 Hancur Berkeping-keping

Dilansir dari Reuters, FAA memperingatkan kemungkinan korosi pada pesawat yang diparkir. Kerusakan ini dapat menyebabkan kegagalan pada mesin ganda.

Para pengawas menemukan air check valve rusak saat mengeluarkan pesawat dari penyimpanan. Temuan ini menyusul empat laporan terbaru dari terhentinya mesin tunggal pada pesawat yang telah lama diparkir.

Semoga keluarga dari korban tragedi Sriwijaya Air yang jatuh diberi kekuatan.

 

Artikel asli detik

2 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *