Polisi Bersenjata Laras Panjang Amankan Gereja Saat Ibadah Natal di Solo

Personel polisi bersenjata laras panjang diterjunkan untuk mengamankan gereja pada ibadah Natal 2020 di Solo, Jawa Tengah.

Mereka akan mengamankan 16 gereja prioritas pertama karena memiliki jumlah jemaat terbanyak.

Kabag Ops Polresta Solo Kompol I Ketut Sukarda mengatakan, penerjunan personel bersenjata laras panjang untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat ibadah Natal.

“Setiap gereja besar yang yang jemaatnya mungkin batasnya 50 persen, bahkan malah tidak ada 50 persen dari kapasitas gedung kita siapkan nanti personel bersenjata laras panjang. Disamping dari Bhabinkamtibmas, Babinsa juga ditebalkan oleh Dalmas yang bawa senjata laras panjang,” katanya di sela memimpin sterilisasi di Gereja Katolik ST Paulus Kleca Jalan Belimbing 18 Kerten Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga  Wapres: Bahasa Arab adalah Bahasa yang Mengakar dalam Sejarah Peradaban Manusia

Sukarda juga mengatakan, dalam melakukan pengamanan akan melibatkan dari internal gereja. Petugas internal gereja ini untuk memantau setiap jemaat yang datang ke gereja.

“Karena (internal gereja) yang tahu persis ini jemaat sini atau tidak, orang-orang asing atau tidak maka kita perdayakan dengan maksimal,” ungkap dia.

Sukarda menambahkan setiap jemaat yang masuk ke dalam gereja dilarang membawa tas. Jemaat hanya boleh membawa barang yang diperlukan untuk beribadah.

Baca Juga  Pemerintah Minta Masyarakat Lapor jika Atribut FPI Masih Digunakan

“Seandainya masih ada kita filter di pintu masuk,” kata dia.

Kemudian, lanjut Sukarda, pada pelaksanaan ibadah Natal tidak ada kendaraan yang berhenti di depan gereja. Jemaat yang membawa kendaraan harus berhenti sekitar 5 meter sebelum gereja.

“Pengurus gereja sudah kita kumpulkan di Polresta tidak ada kendaraan apapun berhenti di depan gereja. Itu sudah komitmen. Kita akan pantau terus,” ujarnya.

Dikatakan Sukarda dari 16 gereja prioritas pertama yang melaksanakan ibadah misa Natal ada sebanyak 13 gereja.

Baca Juga  Polri: Jozeph Paul Zhang Berstatus Tersangka Penistaan Agama

Sedangkan sisanya melaksanakan melalui virtual atau daring. Sebagian besar gereja melaksanakan ibadah misa Natal, Kamis (24/12/2020) sore.

“Jadi yang hadir (tatap muka) melaksanakan ibadah Natal ada 13 gereja,” terangnya.

Kendati digelar tatap muka, pengurus gereja maupun jemaat diimbau tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Potensi kerumuman khususnya di saat pandemi bisa teratasi tentu tidak begitu saja dibiarkan tetap ada pendampingan dari anggota, internal, berputar mengingatkan terus supaya tidak ada klaster baru Covid-19 saat ibadah Natal,” kata Sukarda.

2 Likes

Tinggalkan Balasan