Pria di Sulsel Ancam Ibu Pakai Parang Gegara Uang Chip Game

Pria berinisial MM di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) digelandang ke polisi lantaran tega memaki dan mengancam ibu kandungnya pakai parang hingga menangis. MM melakukan itu karena tidak diberi uang untuk membeli chip game online.

“Dia maki-maki orang tuanya (ibunya) sampai dia menangis-nangis. Pada saat kami datang masih menangis-nangis, kita sebagai anggota juga terbawa (emosi),” kata Panit 1 Sabhara Polsek Tanete Riattang Ipda Muhtar kepada detikcom, Rabu (28/4/2021).

Ipda Muhtar mengatakan, MM alias pelaku sendiri adalah pria dewasa dan telah menikah kemudian cerai. Pada Selasa (27/4), MM bermain game slot online di rumah ibunya di Jalan MH Thamrin, Bone, hingga kehabisan chip.

Baca Juga  Chandrika Chika yang Viral di TikTok Karena Goyang Pinggulnya

“Dia minta uang sama mamanya, mau beli chip karena kehabisan pas pagi-paginya. Terus dia maki-maki ibunya dan iparnya turun tangan sampai sempat berkelahi. Setelah itu iparnya melapor ke Polsek,” jelas Muhtar.

Saat diamankan polisi, MM ternyata bukan sekali ini berbuat kasar saat keinginannya tak dipenuhi. Pelaku bahkan tidak segan-segan mengancam dengan parang kepada ibunya.

Baca Juga  Ibu Jual Anak Rp 350 Ribu ke Pria di Medan, Uangnya untuk Beli Narkoba

“Banyak sebenarnya sudah dia lakukan. Dia kalau mengamuk, nggak dituruti, mengancam ambil parang,” jelas Muhtar.

MM juga disebut pernah mencuri barang jualan ibunya untuk dijual kembali dan uangnya digunakan secara pribadi.

“Kalau orang tuanya sudah angkat tangan (untuk membina), kan jualan kecil-kecil itu orang tuanya. Nah ini anaknya biasa ambil rokok baru dia jual ke kakaknya dengan alasan rokok itu dikasi sama temannya, padahal dia curi jualan ibunya,” katanya.

Baca Juga  Ponari Si Dukun Cilik Kini Jadi Seorang Ayah

Muhtar mengatakan, MM bisa saja dijerat pidana. Namun pihak keluarga baik ibu dan saudara ipar masih bersedia memaafkan pelaku.

“Sudah dipulangkan. Alhamdulillah mereka salaman sama mamanya sama iparnya juga dia pelukan,” kata Muhtar.

“Tapi kami sampaikan jangan sampai terulang lagi. Kalau kejadian tidak ada lagi begini lagi (berdamai), tapi itu saudara iparnya baik juga dia bilang jangan mi dulu ada laporan, saya masih mau adik saya dibina,” pungkas Muhtar.

Artikel asli detik

0 Likes

Tinggalkan Balasan