Pria Ini Protes kena ‘Getok’ Harga saat Makan di Warung Makan Padang

Seorang pria di Sumatera mengalami kejadian tak mengenakan saat makan di sebuah warung makan Padang. Warung makan Padang tersebut ‘menggetok’ harga yang tak wajar.
Sebelum memutuskan untuk makan di sebuah warung, pastikan untuk menanyakan harga terlebih dahulu. Apalagi warung makan tersebut baru pertama kali dikunjungi. Sebab jika tidak, bisa kemungkinan tempat makan itu menggetok harga semaunya.

Kejadian itu banyak terjadi, salah satunya yang dialami oleh pria asal Sumatera. Lewat video TikTok @reyjit ia menceritakan pengalamannya saat makan di warung makan dan pemilik warung makan tersebut menggetok harga.

Baca Juga  Pemuda di Lombok Ini Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Begini Kisahnya

Dalam video yang diunggah (06/05) pria bernama Ragid tersebut menceritakan bahwa awalnya ia dan teman-temannya sedang mudik ke kampung halaman dengan menaiki kendaraan bus. Kemudian bus berhenti di warung makan untuk istirahat.

@reyjit

Kaget si 🥲 kaya ga worth it aja #fyp #rmpadang #mudik #bus

♬ original sound – Panggil aja tet – Panggil aja tet

“Lagi mudik break bus di rumah makan Padang. Makanan kaya seporsi di kantin sekolahan, tiba-tiba dianterin kertas ini buat dibayar ke kasir. Kirain nomor mejanya. Ternyata totalnya Rp 250 ribu untuk 5 porsi,” tulisnya dalam caption.

Video tersebut pun langsung menghebohkan netizen. Banyak netizen yang kemudian ikut kesal dan menyampaikan tanggapannya lewat kolom komentar.

“Ditembak itu, lain kali tanya harga dulu, udah rahasia umum kalau rumah makan di pinggir jalan jalur mudik emang kayak gitu, suka semaunya sendiri,” tulis netizen.

“Lain kali lebih baik ditanyakan dulu mas harganya mengingat porsinya porsi anak sekolahan. Warung makan pinggir jalan emang suka gitu sih kadang. Harus pinter-pinter milih,” tulis netizen lainnya.

Kepada detikcom (07/05) Ragid mengatakan bahwa kejadian itu terjadi saat dirinya melakukan mudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Untuk bekal ia hanya membawa makanan ringan untuk buka puasa.

“Kamu gak bawa makanan yang berkarbohidrat jadi masih laper dan berharap bisa makna berat pas bus berhenti di Sumatera,” ujar Rigad.

Kemudian, ketika tiba di rest area untuk istirahat, Rigad dan teman-temannya memutuskan untuk makan di warung makan Padang. Mereka kemudian mengambil makanan dengan porsi yang sedikit.

1 Likes

Tinggalkan Balasan