Puluhan Kali Ngeprank Call Center 110, ABG di Sumsel Diamankan Polisi

Polres Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), mengamankan seorang ABG berinisial R (12). Dia diamankan setelah berulang kali mempermainkan layanan call center 110.

“Kejadiannya benar. Pelaku ini remaja pria berusia 12 tahun dan putus sekolah, sudah diamankan,” kata Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya ketika dimintai konfirmasi, Jumat (28/5/2021).

Wakapolres Muba Kompol Irwan Andeta mengatakan call center 110 itu ditujukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan polisi. Namun, katanya, ada saja warga yang bercanda ketika menggunakan call center itu.

Baca Juga  Innalillahi... Syekh Ali Jaber Wafat

“Masyarakat bisa menggunakan layanan 110 ini di mana pun berada. Namun sayangnya, ada masyarakat yang menggunakan layanan tersebut untuk bercanda atau prank,” kata Irwan.

Irwan mengatakan R merupakan warga Kecamatan Babat Toman. Dia ditangkap di kediamannya pada Kamis (27/5) karena melakukan panggilan prank ke layanan 110.

Baca Juga  Menlu Wang Yi Sebut China dan Indonesia Telah Capai 5 Poin Mufakat

“R ini merupakan salah satu warga yang melakukan panggilan prank di layanan 110. Dia dihadirkan di Mapolres didampingi oleh orang tuanya serta pemerintah desa tempatnya berdomisili,” ujarnya.

Dia mengatakan R melakukan puluhan panggilan dalam durasi 2 menit sekali. Polisi kemudian melacak nomor ponsel yang digunakan.

“Setelah kita lakukan penangkapan, R kita lakukan pembinaan serta membuat pernyataan untuk tidak lagi melakukan panggilan prank dan mengembalikan orang tuanya,” ucapnya.

Baca Juga  Pastor Palestina Serukan Umat Kristiani Lindungi Masjid Al Aqsa

Irwan mengatakan ada sanksi bagi warga yang melakukan panggilan prank ke layanan darurat. Menurutnya, pelaku prank bisa dijerat pidana.

“Langkah pertama, kita akan memberikan teguran, kemudian mengirim pesan dengan police virtual dan dan, jikapun masih, akan dijemput dan sanksi paling berat ancaman pidana bagi pelaku prank,” jelasnya.

Artikel asli detik

0 Likes