MallGede Social Sandi Damkar Protes Gaji Dipotong, Ancaman Pecat Diterima

Sandi Damkar Protes Gaji Dipotong, Ancaman Pecat Diterima

Sejak bergabung menjadi anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Oktober 2015, Sandi Junior Butar Butar mengaku gajinya selalu dipotong Rp 400 ribu. Alasannya, potongan sebesar itu untuk membayar iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Tapi aneh, ketika anaknya yang menderita asma dibawa berobat ke rumah sakit Kartu BPJS yang disodorkan ditolak petugas.

Baca Juga  Jokowi: Kita Harus Isi Berita Medsos dengan Keteduhan dan Kesejukan

“Kartu saya dinonaktifkan karena enggak bayar iuran. Akhirnya kunci motor dijaminkan supaya anak saya bisa diuap,” kata Sandi saat ditemui tim Blak-blakan detikcom di Pos Damkar Balaikota Depok, Sabtu pagi (17/4/2021).

Dia mempersoalkan hal itu ke atasannya. Solusi yang ditawarkan semua biaya berobat diganti, tapi alasan kenapa Kartu BPJS tak bisa digunakan tak terjawab. Padahal gaji dia dan anggota Damkar lainnya tiap bulan selalu dipotong. Ketika mereka mempertanyakan hal itu, atasannya justru balik mengancam.

Baca Juga  Komjen Sigit: Tak Boleh Lagi Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas!

“Lu protes melulu, kalau gak suka ya sudah. Masih banyak yang mau kerja di sini,” ujar Sandi menirukan jawaban sang atasan.

Baca Juga  Kisah Aneh Habib Ja'far al Kaff, Membuang Uang Ratusan Juta ke Laut

Hal lain yang menjadi keprihatinan lelaki kelahiran Jakarta, 8 Juni 1991 itu adalah soal buruknya fasilitas dan peralatan kerja. Sepatu Harvik dan baju tahan panas yang biasa digunakan saat terjadi kebakaran sudah bertahun-tahun tak diganti. Kondisinya sudah lusuh dan compang-camping. “Nih lihat, ada yang dah sobek di selangkangan,” ujar Sandi.

2 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *