MallGede News Santri Gegar Otak Diduga Dianiaya Ustaz, Polisi Turun Tangan

Santri Gegar Otak Diduga Dianiaya Ustaz, Polisi Turun Tangan

Polres Pamekasan, Jawa Timur, mengusut kasus dugaan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum ustaz di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kepada santrinya hingga memicu gegar otak.

Oknum ustaz tersebut berinisial A. Sementara santri yang jadi korban masih berusia di bawah umur dengan inisial F warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu.

“Anggota kami telah melakukan penyelidikan awal dengan mendata korban dan terduga pelaku penganiayaan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Baca Juga  FPI Dibubarkan Pemerintah, Wartawan Diusir dari Petamburan III

Berdasarkan versi keluarga korban, santri yang masih berusia 14 tahun tersebut diduga dipukul dengan menggunakan bantalan Quran, saat aktivitas salat berjamaah pada Sabtu (2/1).

Akibatnya, dahi korban bengkak dan mengalami luka serta kelopak mata membiru.

Saat ini F berada di RSUD Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi batok kepala setelah mendapat surat rujukan dari RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan yang terkendala perawatan dan alat medis.

Baca Juga  PKS Bakal Usung Anies Baswedan Jadi Capres di 2024

Berdasarkan keterangan dari pihak RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, F masuk ke UGD sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu (2/1).

Dari hasil pemeriksaan, F mengalami penurunan kesadaran, tulang tengkoraknya retak, hingga mengalami geger otak, dan perlu pemeriksaan lanjutan berupa CT Scan kepala.

Kakak kandung korban, Fitri, menyebut dirinya semula mendapat kabar bahwa adiknya mengalami jatuh dari pesantren. Karena kondisi adiknya tak sadarkan diri, ia pun menelusuri dengan mencari tahu kepada teman-temannya.

Baca Juga  Roy Suryo: Mau Disebut Seaglider atau Drone, Tetap Saja Kecolongan

Ternyata, adiknya disebut mendapatkan penganiayaan dari seorang ustaz yang juga banyak disaksikan santri lain.

“Saya juga alumni pesantren itu, tapi masak pantas tindakan memukul pake rehal itu dilakukan sama murid, mungkin saya salah bicara,” kata Fitri menceritakan.

Hingga berita ini terbit, tidak ada keterangan dari pihak pengurus pesantren.

 

Artikel asli cnn

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *