Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Yenny Januari (32), seorang ibu diusir oleh suaminya dari rumah dan dilarang bertemu anak-anaknya.

Yenny sudah melaporkan suaminya itu ke polisi hingga menyurati Presiden Jokowi, tetapi hingga kini usahanya untuk bertemu kedua buah hati belum juga terwujud.

Total, sudah dua bulan lebih ia tak bertemu kedua anaknya yang masih berusia 3 dan 6 tahun.

Ia terakhir kali bertemu kedua anak perempuannya itu saat diusir paksa oleh suami dari rumah mereka di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Saat diusir, Yenny juga mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia didorong berkali-kali hingga terjatuh oleh sang suami.

Baca Juga  Bandara Pekon Serai Berubah Nama Jadi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas

“Tanggal 10 Februari saya diusir sama suami dari rumah sekitar jam 23.00 malam. Dia (EP) dorong saya berulang kali sampai terjatuh di depan anak saya yang nomor pertama, anak saya lihat,” kata Yenny menceritakan ulang kejadian nahas yang menimpanya saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/4/2021).

“Dia (EP) usir saya. Segala ancaman keluar dari mulut dia. Saya diusir dari rumah hanya pakai baju tidur, kejadiannya jam 23.00 malam,” sambung Yenny.

Baca Juga  Pemerintah Minta Masyarakat Lapor jika Atribut FPI Masih Digunakan

Malam itu pula, Yenny langsung melaporkan kekerasan yang dilakukan sang suami ke Polres Jakarta Barat.

Laporan itu diterima dengan nomor : LP/119/II/2021/PMJ/RestroJakBar. Ia langsung divisum dan terdapat luka memar akibat didorong oleh suami.

Sejak diusir, Yenny tinggal di rumah orangtuanya.

Sejak saat itu juga Yenny tidak bisa bertemu lagi dengan kedua anaknya.

Ia sempat beberapa kali mencoba menemui anak-anaknya, tetapi pintu gerbang tak dibukakan oleh sang suami.

Baca Juga  Brimob-TNI Robohkan Plang FPI di Jl KS Tubun Petamburan

“Bahkan untuk menelepon atau video call untuk melihat kedua anak saya pun tak diperbolehkan,” ujar Yenny.

Yenny mengaku sudah memperjuangkan haknya dengan melapor ke sejumlah lembaga, mulai dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komnas Perempuan dan Komnas HAM.

Ia juga melalui pengacaranya sudah menyurati Presiden RI Joko Widodo.

“Tapi sampai saat ini tetap belum bisa ketemu sama anak-anak,” ujarnya.

Ia mengatakan, LPAI dan KPAI sebenarnya sudah memanggil sang suami untuk mediasi.

2 Likes

Tinggalkan Balasan