Suami yang Bunuh Pemerkosa Istrinya Terancam Hukuman Mati

Polres Kepahiang, Bengkulu, menetapkan RD (23), pembunuh mantan bosnya berinsial A sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 340 jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Welliwanto mengatakan, penerapan pasal tersebut karena RD telah merencanakan pembunuhan terhadap A, orang yang telah dua kali memerkosa istrinya.

Baca Juga  AS Imingi Miliaran Dolar Jika RI Buka Hubungan dengan Israel

“Kami melihatnya pelaku merencanakan pembunuhan itu. Makanya kita kenakan pasal 340 jo pasal 365 KUHP,” ujar Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Welliwanto, Kamis (10/6/2021).

Kronologi

Awalnya, RD (23) warga Desa Sukamerindu, Kepahiang, Bengkulu, mengajak A minum tuak sambil mendengarkan musik di rumah kontrakan RD, pada Selasa (8/6/2021).

Saat A mulai mabuk, RD langsung menusuk berkali-kali tubuh A dengan pisau secara mendadak.

Baca Juga  Munarman: Pemblokiran Rekening FPI itu Mirip Cara Zionis dan Kafir Quraisy

A sempat mencoba melawan. Namun, karena mengeluarkan banyak darah, A tewas dengan 13 luka tusukan di sekujur tubuh.

Berselang beberapa jam dari aksi sadis itu, kepolisian setempat meringkus RD tanpa perlawanan di kebun.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kepahiang, Iptu Welliwanto Malau membenarkan bahwa pelaku membunuh korban karena tak terima isterinya telah diperkosa.

Baca Juga  Mahfud Md: Tak Ada Kriminalisasi Ulama, Mereka Dihukum karena Lakukan Kejahatan

“Pelaku membunuh dengan motif dendam karena istrinya diperkosa dua kali oleh korban,” ujar Welliwanto saat ditemui di lokasi rekonstruksi pembunuhan di rumah kontrakan RD, Kamis (10/6/2021). (Penulis Kontributor Bengkulu, Firmansyah | Editor Aprillia Ika)

Artikel asli kompas

1 Likes