MallGede News Tak Hanya di Darat, di Laut pun Pemudik Diminta Putar Balik, Kejar-kejaran Saat Kabur

Tak Hanya di Darat, di Laut pun Pemudik Diminta Putar Balik, Kejar-kejaran Saat Kabur

Fenomena kendaraan para pemudik yang diminta putar balik saat pemberlakuan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 ternyata tidak hanya terjadi di jalur darat. Di laut pun juga terjadi ketika sejumlah pemudik yang naik kapal diminta untuk putar balik.

Seperti yang dialami tiga perahu nelayan baru-baru ini diminta putar balik oleh petugas dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok yang melakukan patroli laut untuk mencegah warga mudik. Para petugas berpatroli di perairan Teluk Jakarta, Minggu (9/5/2021).

Baca Juga  Mobil Ambulans Tertangkap Basah Angkut Pemudik, Sopir Beralasan Ibunya Meninggal

Direktur KPLP Ahmad mengatakan, ketiga kapal nelayan itu diputar balik oleh petugas karena disinyalir melakukan perjalanan mudik yang sudah dilarang oleh pemerintah.

“Ada tiga kapal yang mengaku nelayan dengan perjalanan mudik ke Karawang, Subang dan sekitarnya,” ujar Ahmad, Minggu (9/5/2021).

Ia menjelaskan kecurigaan petugas tersebut dikarenakan ketika itu kapal nelayan membawa muatan dalam jumlah banyak dan membawa ibu-ibu.

Adapun ketiga kapal membawa penumpang dalam jumlah yang berbeda-beda.

Dua kapal berisikan masing-masing sembilan penumpang dan kapal lainnya mengangkut 10 orang penumpang.

Baca Juga  Pesan Jokowi ke Kepala Daerah: Jangan Puas Baca Laporan Saja, Cek di Lapangan

“Ketiga kapal dengan tujuan mudik. Ketiganya kami imbau, dan memberikan proses penyadaran untuk kembali ke Jakarta,” jelas Ahmad.

Menurutnya pada saat itu, dua dari tiga kapal berusaha melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, dua kapal itu bisa diamankan.

“Yang satu kapal berhasil kami giring. Sedangkan yang dua mencoba melarikan diri tapi RIB (kapal karet) kami mengejar,” sambung dia.

Mudik Jalur Laut Biayanya Rp500.000-Rp1.000.000

Sementara itu para penumpang kapal nelayan dikenakan biaya yang tidak sedikit untuk bisa mudik melalui jalur laut.

Baca Juga  Australia Minta RI Jamin Pembebasan Ba'asyir Tak Picu Teror

“Tadi dua kapal masing masing biayanya Rp500 ribu dan satu kapal biayanya dipungut Rp1 juta masing-masing penumpang,” katanya.

Ahmad mengimbau masyarakat agar tidak mudik terutama melalui jalur laut dengan kapal nelayan, karena sangat membawakan aspek keselamatan dan tidak menggunakan jaket pelampung.

Salah seorang penumpang yang melakukan perjalanan mudik, Asrul (45), mengaku memang sengaja naik kapal nelayan lewat jalur Teluk Jakarta untuk bisa pulang ke kampung halaman.

1 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan