MallGede Social Terbukti Memp3rkosa, Harun Yahya Divonis 1.000 Tahun Penjara!

Terbukti Memp3rkosa, Harun Yahya Divonis 1.000 Tahun Penjara!

Pengadilan Turki menghukum penulis kontroversial Harun Yahya alias Adnan Oktar 1.000 tahun penjara. Harun Yahya dituduh melakukan kejahatan s3ks terhadap perempuan yang menjadi pengikutnya atau ‘kittens.’

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (12/1), pengadilan itu digelar pada Senin (11/1). Laporan dari tv swasta, Harun Yahya dijatuhi hukuman 1.075 tahun karena kejahatan termasuk kekerasan s3ksual, pelecehan s3ksual terhadap anak di bawah umur, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer.

Baca Juga  3 Pria Ini Menikah dalam Satu Ikatan, Keluarga Mendukung

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Harun Yahyua, Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

Kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Harun Yahya juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pengkhotbah Muslim yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Dia membantah kaitannya dengan Gulen dan menyebut saran bahwa dia memimpin sekte s3ks sebagai “mitos urban”.

Baca Juga  Menag Yaqut Luncurkan Gerakan Wakaf Uang

Kasus ini muncul pada tahun 2018. Diketahui Oktar memiliki banyak pengikut wanita yang dipanggilnya ‘kittens’. Para ‘kittens’ itu kerap berpakaian s3ksi dan berdandan menor saat mendampingi Oktar dalam acara televisinya.

Puluhan orang melaporkan penulis terkenal asal Turki, Adnan Oktar alias Harun Yahya atas tuduhan kejahatan s3ksual. Oktar hingga saat ini masih ditahan oleh Kepolisian Turki.

Baca Juga  Sedang Tak Bawa Pasien, Ambulans Kimia Farma Bunyikan Sirine Saat Terobos Lampu Merah

Seperti dilaporkan media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Rabu (18/7/2018), total ada 45 orang yang telah melapor ke polisi dalam beberapa hari terakhir. Mereka yang melapor ke polisi, mengaku telah [email protected] dan dip3rkosa Oktar dan kelompoknya.

Dari jumlah itu, sekitar 17 orang di antaranya masih anak-anak. Sedangkan 15 orang lainnya mengaku [email protected] ketika masih berusia 11-17 tahun.

 

Artikel asli detik

3 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *