MallGede Business Utang Luar Negeri RI Dekati Rp 6.000 Triliun

Utang Luar Negeri RI Dekati Rp 6.000 Triliun

Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir November mencapai US$ 416,6 miliar atau sekitar Rp 5.832,4 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000.
Bank Indonesia (BI) menyebut angka ini tumbuh lebih tinggi yakni 3,9% dibandingkan periode bulan sebelumnya 3,3%. ULN ini terdiri dari publik dan swasta.

Baca Juga  Skema Pensiunan PNS Diubah dari Manfaat Pasti ke Iuran Pasti

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan ULN publik Pemerintah dan Bank Sentral sebesar US$ 206,5 miliar atau sebesar Rp 2.891 triliun dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 210,1 miliar atau sebesar Rp 2.941 triliun.

“Ini disebabkan oleh peningkatan penarikan neto ULN pemerintah. Selain itu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai Utang luar negeri berdenominasi rupiah,” ujar Erwin dalam keterangan resmi BI, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga  Mau Kerja di Bank? BRI Buka Lowongan Nih

Untuk ULN pemerintah pada akhir November 2020 sebesar US$ 203,7 miliar atau tumbuh 2,5%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2020 sebesar 0,3%.

Baca Juga  Scammer Indonesia Curi Rp 875 MIliar dari Bansos Covid-19 Amerika

Untuk ULN swasta tercatat 5,2% lebih lambat dibandingkan periode bulan sebellumnya 6,4%. Perkembangan ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dari 8,3% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi sebesar 7,2% (yoy).

2 Likes

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *