Viral Parkir Bus Kawasan Malioboro Rp 350 Ribu, Pemkot: Proses Hukum!

Postingan dengan narasi tarif parkir bus Rp 350 ribu di belakang Hotel Premium Zuri, kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) viral di media sosial. Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta proses hukum bagi pelaku.

“Kasus ini agar tidak terulang lagi. Masuk kasus pungli. Di luar tatanan yang diatur Pemkot. Tidak ada lagi kata toleransi. Diproses dan sebagainya, diproses hukum,” kata Heroe saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Yogya, Rabu.

 

Namun, Heroe menjelaskan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu keberadaan pelaku parkir tersebut. Apakah itu masuk tempat parkir resmi atau tidak.

Baca Juga  Kecelakaan Truk di Rapak Balikpapan, Kenapa Sopir Tidak Buang Badan Truk ke Kiri?

 

“Kami cek dulu, apakah benar, apakah itu tempat parkir resmi dan tidak resmi. Kalau resmi tarif nuthuk kita cabut izinnya. Kalau tidak resmi tambah, termasuk pungli,” katanya.

Ia menegaskan tak ada kesempatan kedua bagi pelaku parkir, pedagang makanan, maupun jasa lainnya di Kota Yogyakarta yang nuthuk harga. Pemkot akan mencabut izin bagi yang berizin dan memproses hukum yang tidak berizin.

 

“Yang sifatnya makan, parkir, tidak ada kesempatan kedua lagi. Kalau tidak ada izinnya ya sudah masuk pungli,” katanya.

Baca Juga  VIRAL Video Bocah SMA Tolong Korban Jambret Malah Dianlaya Oknum Polisi

 

Diberitakan sebelumnya, postingan dengan narasi tarif parkir bus Rp 350 ribu di belakang Hotel Premium Zuri, kawasan Malioboro, viral di media sosial. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta memastikan bahwa tempat parkir itu ilegal.

“Kami hanya wisata lokal. Tidak bermaksud jelek. Cuma kami mau tanya apakah wajar parkir di wilayah sekitar malioboro tepatnya di belakang hotel premium Zuri. Kalau nggak salah. Sebesar itu.Yaitu 350.000 rb. Sekitar 2 jam stgh kami datang jam 9 malam dan pulang jam 10.30 malam. Karena itu destinasi kami terakhir ke wisata Yogja,cumanmau beli oleh oleh daster. Maksud saya supaya citra wisata di malioboro nggak tercoreng oleh segelintir orang saja. Di kuitansi ada biaya lain lain. Cuci bis dan kebersihan. Dan kami tau tidak ada kegiatan cuci Bis di situ. Kami numpang sholat dan toilet. Itupun ada kotak di depannya. Kami pun bayar seperti toilet umum di indonesia. Sebesar 2000. Semoga dg postingan dibatas biar nggak mencoreng citra baik wisata di Yogja,” tulis postingan yang viral di grup Facebook itu, dikutip detikcom, Rabu.

Baca Juga  Viral Remaja Tunjukkan Rumah Rp 244 M yang Dibeli dari Kartu Kredit Ayah

0 Likes

error: Mohon Untuk tidak COPAS