Viral Semprot Pembasmi Serangga ke Mulut, Ki Galang Pamungkas Meninggal Serangan Jantung

Kematian seorang paranormal di Bali bernama Ki Galang Pamungkas menjadi buah bibir warga. Diduga pria pemilik nama asli I Wayan Merta itu tewas karena kebiasaannya menyemprot cairan pembasmi serangga ke mulutnya.

Kebiasaannya itu bahkan viral di media sosial. Sebab, pria berambut panjang itu kerap memamerkan adegan saat menyemprot cairan pembasmi serangga itu melalui video di media sosial.

Namun kabar penyebab kematian yang beredar di masyarakat Bali itu dibantah oleh pihak keluarga. Pria yang juga penasehat ormas besar di Bali itu bukan meninggal karena semprotan cairan pembasmi serangga.

Baca Juga  PTPN VII Resmi Polisikan Rizieq Soal Lahan Pesantren Megamendung

“Itu semua yang beredar di media sosial, hoaks,” tutur adik kandung almarhum, Nyoman Suparta ditemui di rumah duka di Badung, Selasa (4/5/2021).

Dia menjelaskan, kakaknya itu meninggal karena sakit. Sebelum meninggal, korban terkena serangan jantung dan dilarikan ke sebuah rumah sakit di Jimbaran.

“Dia bangun jam 5 pagi dan sempat mandi lalu terjatuh dari tempat tidur. Saya lihat sudah terkapar di lantai, langsung saya larikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga  Jokowi Disarankan Perpanjang PPKM Sampai Akhir Tahun 2021

Namun, nyawa korban tak tertolong hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Penyebab kematian korban dipastikan karena serangan jantung. Hal itu diperkuat dengan catatan rekam medis yang diterima pihak keluarga dari rumah sakit.

“Beliau meninggal karena serangan jantung di rumah sakit di Jimbaran,” tuturnya.

Terkait video menyemprotkan cairan pembasmi serangga itu pun menurutnya video lama yang dibuat 2-3 tahun lalu. Namun video itu diunggah berkali-kali oleh seseorang sehingga muncul kesan sering dilakukan oleh korban.

Baca Juga  Semua Makanan untuk Rizieq Shihab Dicek Polda Metro Jaya

“Itu video sudah lama 2-3 tahun. Mungkin ada seseorang yang up berkali-kali jadi kayaknya sering,” ujarnya.

Dia juga memastikan korban tak memiliki ilmu kebal apa pun terkait aksinya itu. Menurutnya itu hanya spontanitas belaka.

Jenazah korban yang meninggalkan seorang istri dan tiga anak ini masih disemayamkan di rumah duka. Upacara Ngaben akan digelar pada Kamis (6/5/2021) besok.

Artikel asli inews

1 Likes

Tinggalkan Balasan