Viral Setelah Ditunggangi Lucinta Luna, BKSDA Evakuasi 7 Lumba-Lumba dari Dolphin Lodge Bali

Sebanyak tujuh lumba-lumba telah dievakuasi oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di lokasi konservasi Dolphin Lodge Bali, Selasa (27/04/2021) siang.

Tindakan evakuasi ini merupakan buntut dari viralnya video yang menunjukkan Lucinta Luna ditarik lumba-lumba di lokasi konservasi yang sama.

“Hari ini Direktorat KSDA, Bareskrim Polri, dan Polda Bali mengevakuasi lumba-lumba milik PT Piayu Samudra Bali yang beberapa saat lalu sempat viral ditunggangi Lucinta Luna,” kata Sumarsono, Kasi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga  Terpapar COVID-19, Dewi Perssik Alami Ruam di Wajah dan Tubuhnya

Sumarsono menjelaskan, pihak Dolphin Lodge Bali sudah lama diperingatkan karena masih menampilkan pertunjukan. Namun, kenyataannya pihak konservasi masih melakukan pertunjukkan.

Terlebih Dolphin Lodge Bali juga sudah tak memiliki izin untuk pertunjukkan lumba-lumba dan telah ditutup sejak April 2020.

Sumarsono mengungkap aturan dilarangnya pertunjukkan lumba-lumba tertuang dalam aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui surat Nomor S. 989/KKH/AJ/KSA.2/9/2018 terkait satwa lumba-lumba.

Baca Juga  Ari Wibowo Pindah Agama Kristen, Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim

Meski merupakan konservasi, Dolphin Lodge Bali dianggap melanggar karena tak memperhatikan kesejahteraan satwa.

“Tapi tidak untuk ditunggangi atau dinaiki. Jadi ada kaidah-kaidahnya, ada batasnya sampai di mana kita bisa memperlakukan satwa, yang jelas tidak bisa dinaiki apalagi dianiaya,” kata dia.

Lumba-lumba yang telah dievakuasi dibawa ke Benoa Exotic, lembaga konservasi yang memiliki fasilitas dan izin.

Baca Juga  Lucinta Luna Stress Usai Dikecam Naik Lumba-lumba

BKSDA kini memberikan peringatan dan waktu kepada PT Piayu Samudra Loka untuk mengurus izin kembali ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jika izin dari KKP keluar, lumba-lumba yang telah dievakuasi nantinya akan dikembalikan lagi ke PT Piayu Samudra Loka.

“KLHK masih memberi peringatan pertama, walaupun peringatan lumba-lumbanya tetap kita ambil karena izinnya tetap nggak ada, nggak legal,” pungkasnya.

Artikel asli kompas

1 Likes

Tinggalkan Balasan