Viral Video Ibu di Purwakarta Melahirkan Dibantu Suami dan Anak

Titi Marsiti (39), seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Kampung Talibaju, Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatilihur, Kabupaten Purwakarta, viral di media sosial (medsos).

Pasalnya, video Titi saat menjalani proses melahirkan bayi atau persalinan hanya dibantu suami dan anak tersebar di medsos.

Proses persalinan seadanya tanpa bantuan bidan atau dokter itu ditempuh Titi karena faktor ekonomi.

Titi mengaku tak memiliki uang untuk membayar biaya persalinan.

Video yang merekam saat-saat Titi melahirkan dengan bantuan suami dan anak remajanya itu pun viral di medsos seperti Facebook dan Instagram dan membuat geger warga Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga  Ibu Tewas saat Menyusui dan Tindih Bayinya yang Meregang Nyawa Karena Tak Bisa Bernapas

Titi Marsiti mengatakan, proses persalinan dibantu suami dan anak remajanya itu terjadi saat pada Selasa (15/6/2021) malam. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan yang merupakan anak ke delapan.

“Kejadiannya (melahirkan dibantu suami dan anak) empat hari lalu, tepatnya Selasa malam, 15 Juni,” kata Titi ditemui di rumahnya, Sabtu (19/6/2021).

Saat ditemui, kondisi Titi dan bayinya sehat. Meski sudah empat hari berlalu, tapi bayi mungil buah cinta Titi dan Ahmad Yani, belum diberi nama.

Baca Juga  Pengacara Ungkap Asam Lambung Penyebab Rizieq Shihab Sakit

Titi dan anak remajanya Lia, yang turut membantu proses persalinan, pun tampak bahagia. Sedangkan sang suami, Ahmad Yani, buruh serabutan, sedang bekerja.

Menurut Titi, saat itu Selasa (15/6/2021) sekitar pukul 20.40 WIB, perutnya terasa mulas ingin melahirkan. Kemudian Titi memberitahukan suaminya, Ahmad Yani.

Lantaran keterbatasan ekonomi, akhirnya sang suami dan Lia, memutuskan membantu proses persalinan Titi di ruang tengah rumah.

“Setelah sekitar satu jam, saya melahirkan bayi perempuan dalam kondisi sehat,” ujar Titi sambil tersenyum.

Baca Juga  Profil Amanda Manopo, Calon Pengganti Gisella Anastasia

Titi mengaku, proses persalinan anak ke delapannya itu tidak dilakukan di rumah sakit bersalin, dibantu dokter atau bidan, karena sudah biasa di rumah. Ke delapan anaknya pun semua dilahirkan di rumah, tanpa bantuan dokter atau bidan.

“Anak pertama dan kedua, dibantu oleh ibu (nenek dari Lia dan adik-adiknya) yang biasa membantu proses persalinan warga. Setelah ibu meninggal dunia, anak yang ketiga hingga ke delapan dibantu suami,” tutur Titi.

1 Likes